Jalan Sabuk Merah Malaka Rusak Berat, Camat Kobalima Timur, Kami Kecewa Dengan BPJN X Kupang

Kupang, obor-nusantara.com-Kerusakan Jalan Sabuk Merah di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) Terbyata sudah terjadi sejak lama setelah hujan menghantam wilayah itu setiap tahun. Sayangnya kerusakan itu meski telah dilaporkan Pemeintah setempat setiap tahun, namun hingga kini belum mendapat perhatian dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang.
Camat Kobalima Timur, Wens Leki mengaku sudah melaporkan ke Balai Pelaksanaan Jalan Nasional X Kupang terkait kondisi jalan sabuk merah untuk segera ditangani.
“Jalan sabuk merah ini adalah satu-satunya akses yang dimiliki warga, tidak ada jalan alternatif lainnya yang dilalui warga ke wilayah itu,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (9/5/2020). seperti dikutip dari dinat timur. Com.
Menurutnya, Jalan yang baru dibangun beberapa tahun lalu ini sudah rusak berat dan kini terancam putus akibat terkikis air saat musim hujan.
Saat ini jalan yang menghubungkan kabupaten Belu-Timor Leste itu rusak parah dan nyaris putus akibat longsor sejak 2019 lalu.
Karena tidak adanya penahan tebing, yang menyebabkan badan jalan tertimbun material longsor.
Ia berharap Pemerintah Pusat melalui Balai pelaksanaan Jalan Nasional X Kupang segera memperbaiki agar akses transportasi warga ke daerah itu tidak terganggu.


Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasionl (BPJN) X yang dikonfiasi melalui Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 2 Ir Himler Manurung pada selasa, 12/05/2020 mengakui jika jalan itu sudah mengalami kerusakan sejak beberapa tahun silam.
“memang betul pak, jalan itu sudah rusak lama dan baru kita mau tangani tahun ini.” katanya.
Dikatakan, penanganan kerusakan di jalan sabuk merah di wilayah Malaka kini tengah dalam proses tender dengan penanganan hanya bisa 3 titik.
“kita prioritas penanganan ada 3 titik yang dianggap rusak berat dan terancam putus sehaingga fungsional jalan ini tetap berfungsi.” ujarnya.
Dikatakan, untuk menangani kerusakan akibat longsor di ruas jalan sabuk merah telah dialokasikan dana skitar Rp 11 milyar.
“saat ini sedang proses tender untuk dana Rp 11 milyar, sebenarnya alokasi bukan hanya itu tetapi dipotong untuk penanganan covid-19 dulu”. Jelasnya.
Dari data yang dihimpun meda ini menyebutkan, kerusakan jalan Sabuk merah hampir terjadi diseluruh ruas jalan itu mulai dari kecamatan Kobalima Timur hingga ke kecamatan lainnya dengan panjang puluhan kilo meter.(wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara