Sedimen Capai 17 Juta m3, Bendungan Tilong  Dinormalkan

Kupang, obor-nusantara.com-Guna menormalkan kembali daerah areal genangan bendungan tilong, di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Pemerintah Pusat tahun ini melakukan pengurukan sedimen di dalam areal bendungan. Saat ini pekerjaan pengurukan tengah berlangsung disekitar hulu sungai yang tidak tertampung air.

Sedimen yang terus mengepung daerah tampungan bendungan tilong di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur selama hampir 20 tahun, membuat bendungan itu terancam kering akibat mengalami pendangkalan di daerah genangan yang semakin mengecil.

hal ini mengakibatkan, daya tampung bendungan yang sebelumnya mencapai 19 juta meter kubik disaat puncak musim hujan, saat ini telah menurun drastis, bahkan pada musim hujan tahun 2020 ini, air yang dapat tertampung di bendungan tilong hanya mencapai 5 juta meter kubik.

“Air Tidak Ada, tahun ini bendungan tilong hanya terisi 5 juta meter kubik dari daya tampung 19 juta jadi air tidak ada’. Ujar Kepala Wilayah Sungai Nusa Tenggara dua (BWS-NT2) Kupang Agus Sosiawan saat ditemui di Kupang pada Selasa, 19/05/3030.

Menurutnya,  bendungan tilong telah dipenuhi  sedimen yang sangat banyak, bahkan saat ini tercatat  sedimen yang terampung didalam areal genangan bendungan tilong sudah mencapai 17 juta meter kubik.

Untuk menormalkan kembali areal genangan bendungan tersebut menurut Agus Sosiawan, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum tahun ini mulai melakukan pengurukan sedimen didalam areal genangan bendungan.

“pekerjaan pengurukan bendungan tilong dikerrjakan dengan anggaran yang berasal dari Bank Dunia dengan alokasi dana sekitar 60 milyar rupiah”. Ujarnya.

 Dikatakan,  saat ini proses tender telah selesai dan kontraktor pelaksana yakni PT. Sinar Arangka Setia Maju tengah melakukan pekerjaan dilapangan.” katanya

Agus Sosiawan menjelaskan, pekerjaan pengurukan ini akan dilakukan selama dua tahun atau sekitar 200 hari kalender sesuai kontrak yang ada dengan volume pekerjaan diantaranya, pengurukan sedimen sebanyak hampir 800 ribu meter kubik dari 17 juta meter kubik, pekerjaan gedung kantor dan akses jalan di areal bendungan.

Ditambahkan, sesuai dengan alokasi dana tahap awal, Pemerintah diberikan alokasi sebanyak 20 persen dari total anggaran atau sebanyak Rp 6,7 milyar  dari total Rp 60 milyar.

“selama pekerjaan berlangsung,  suplay air irigasi untuk pertanian di kawasan Naibonat sementara kita dihentikan kecuali air baku.” Jelasnya.

Meski demikina Menurut Agus Sosaiwan, jika volume air sudah pada batas atau hanya 2 juta meter kubik, maka semuanya akan dihentikan untuk menjaga keutuhan bendungan.  Denagan demikian maka, untuk sementara suplay air bersih dari bendungan tilong untuk masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya selama beberapa bulan kedepan dipastikan akan mengalami kekurangan pasokan.

Sementara itu Kepala Proyek dari PT Sinar Arangka Setia Maju Cabang Kupang yang ditemui di Lokasi bendungan tilong pada Jumat, 22/05/2020 mengaku, saat ini pihaknya cukup mengalami kesulitan denga banyaknya warga yang masuk keluar areal bendungan dengan aktivitas memancing.

“kita kesulitan juga setelah buka jalan karena warga banyak yang datang macing jdari yang kita takutakn itu terjadi kecelakan, karena ini kendaraan besar semua”. Katanya.

Dikatakan, untuk mengatasi masalah tersebut dalam waktu dekat pihak proyek akan memasang penghalang (portal) di jalan masuk lokasi proyek sehingga membatasimasuk keluar warga ke arealo bendungan.(wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara