Baru Diresmikan,  Kondisi RS Boking Rusak Berat dan Teracam Mubasir

Boking,(TTS) obor-nusantara.com-Meski barun diresmikin oleh Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) pada bulan mei tahun 2019 lalu atau tepatnya satu tahun lalu, namun kondisi  Gedung Rumah Sakit Pratama Boking di Desa Boking, Kecamatan Boking , Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS)  Nusa Tenggara Timur (NTT)  itu kini rusak berat dan dibiarkan mubazir.

Kondisi ruangan rawat inap yang memprihatinkan membuat warga leluasa keluar masuk melalui tembok gedung yang jebol. Anehnya, meskipun  rusak berat, gedung yang menelan anggaran  Rp 17 koma 4 milyar  ini tetap diresmikan oleh Bupati  Timor Tengah Selatan   Epy Tahun pada Bulan mei 2019 lalu.

Beginilah kondisi gedung Rumah Sakit Pratama Boking, yang berada di Kecamatan Boking, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sepintas jika dilihat dari luar tampak Rumah Sakit ini terlihat begitu  megah karena, banguan yang berdiri diatas lahan seluas sekitar satu hektare itu bagus dan tidak terlihat rusak.

 Namun kondisi ini terlihat memprihatinkan ketika memasuki  beberapa ruangan rawat nginap yang rusak berat dan dibiarkan mubajir.

Pada bagian plafon bagunan ini kini sudah ambruk dan jatuh ke lantai, keramik di lantai bagunan pecah dan saling bertindihan, sementara pada bagian tembok bagunan jebol, sehingga warga bisa leluasa keluar dan masuk melalui dinding bagunan yang rubuh.

Kondisi ini diperparah lagi dengan fondasi bagunan yang hanya bergelantung diatas permukaan tanah sehingga bagunan ini tidak simtris dan nyaris ambruk.

Pembangunan Rumah Sakit Pratama ini baru  dibangun pada tahun 2017 lau  dikerjakan oleh  Pt. Tangga Batu Jaya Abadi,  dengan anggara sebesar Rp 17,4 milyar.

Meskipun penyerahan visik bagunan dalam kondisi rusak berat namun, gedung ini tetap diresmikan oleh Bupati Kabupaten Timor Tengah Selatan Epy Tahun, pada tanggal 21 mei 2019 lalu.

Meski baru diresmikan rumah sakit yang dibangun untuk melayani pasien kurang mampu di daerah itu kini sudah rusak berat dan terancam mubazir.

Direktur Rumah Sakit Pratama Boking, Hatman Luat Sitorus, mengakui saat bagunan ini diresmikan dan ia ditenpatkan bertugas dirumah sakit tersebut, kondisi bagunan sudah  rusak berat dan tidak bisa digunakan.

“saat saya ditempatkan di sini kondisi Rumah Sakit sudah rusak sehingga tidak bisa digunkan,” ujarnya singkat.

Hotman menambahkan, jika memasuki musim penghujan ia bersama para perawat yang juga menginap di gedung tersebut merasa khawatir jika sesewaktu gedung tersebut bisa rubuh, akibat adanya pergeseran tanah.

“ini yang kami takutkan itu saat hujan karena ini bisa saja rubuh jika diterpah angin kencang, karena itu sebaiknya segera ditangani agar bisa digunakan”. Katanya.

Karena rusak berat menurut Hotman, Saat ini dugaan kasus korupsi proyek pembagunan Rumah Sakit Pratama Boking, yang menelan dana sebesar Rp. 17,4 milyiar  itu kini tengah ditangani oleh Penyidik Polres  Timor Tengah Selatan.

Warga terus berharap agar dugaan kadus korupsi proyek pembagunan rumah sakit pratama boking segera diusut hingga tuntas.(wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara