Mengaku Dapat Izin Gubernur NTT, Pt. Satwa Lestari Permai Mulai Tambang Mangan Di Kabupaten Kupang

Kupang, obor-nusantara.com-Setelah semua Perusahaan Pertambangan yang beriperasi di Wilayah Nusa Tenggara Timur tidak diijikan beroperasi dengan diberlakukannya Moratorium Bidang Pertambangan seJak Tahun 2019 lalu, Salah satu Perusahaan Pertambangan Di NTT yakni Pt Satwa Lestari Permai Sejak bulan April 2020 lalu melakukan Penambangan Mangan di wilayah Kabupaten Kupang setelah Gubernur Victor Bungtilu Laiskodat memberikan Izin Rekomendasi pertambangan yang Bergerak dibidang pertambangan, izin pengolahan, pengangkutan dan penambangan.


“Baru satu perusahaan yaitu kami punya di Kabupaten Kupang yang diberikan izin operasinnal oleh Bapa Gubernur pada Bulan Februari 2020, Kita yang paling siap karena Kita punya pabrik pengolahan di Takari setelah kita masukan jaminan reklamasi RAKB, sudah selesai semua yang saat ini ada di Bank NTT senilai Rp 15 milyar yang sudah disetor Ke Bank NTT sebagai jaminan kerusakan Lingkungan.” jelas Direktur Pt. Sarwa Lestari Permai Stenly Jaya Pranata saat memberikan keterangan kepada media saat aparat mengamankan satu unit dam truk pengangkut 5 ton mangan dari Desa Sumlili, Kecamatan Kupang barat Kabupaten Kupang di jalur 40 pada kamis 28/05/2020 di kupang.
Dikatakan, Jaminan reklamasi di Bank NTT kita penuhi dan ini menjadi perertambangan Pemerintah untuk mengeluarkan izin Rekomendasi bagi perusahaan unruk beroperasi di wilayah Kabupaten Kupang.
“kita yang punya izin rekomendasi dari pak gubernurRekomendasi tertulis dari Pak Gubernur dan izinnya ada di Dinas ESDM, kalau soal izin Pertambangan semua itu norma, kalau izin Rekimendasi itu bersifat dari Pak Gub ke ESDM tetapu administrasi izin yang lain bersifat normal secara undang-undang seperti IUP RKAL dan laporan-laporan dan dasar itu Pt Satwa Lestari Permai mendapat izin”.katanya.


Dijelaskan, Perusahaan yang diberikan izin oleh Gubsrnur ini Bergerak dibidang pertambangan..ijzin pengolahan, pengangkutan, izin penambangan dan izin operasi pertambangan produksi didalamnya ternuat juga untuk operasi produksi.
“Dengan izin itu perusahaan bisa melakukan kegiatan penambangan, pengangkutan dan penjualan, didalam wilayah NTT, kalau mau kirim keluar NTT harus kontrak kerja sama dengan IUP PK.. Baik IUP PK pemurnian atau IUP pengolahan pengangkutan dan penjualan, nanti didalam kontrak ada namanya pucis order dan kita punya IUP di Kupang diwajibkan untuk mengirim ke alamat perusahaan.
Tetapi kita tidak boleh kirim tanpa punya kontrak dengan pemegang IUP PK, jadi ijin yang diberikan itu IUP OP yang meliputi penambangan, pengangkutan dan penjualan tapi dalam batas wilayah NTT.. Tidak bisa keluar”. Papar Stenly.
Setelah mendapat Rekomendasi menurut Stenly, pihaknya telah pengiriman ke luar NTT sebagai uji coba pengiriman 240 ton mangan ke surabaya.


“Sekarang kita kirim kepada yang bekerja sama dengan perusahaan di surabaya dan kita sudah kirim 240 ton mangan untuk membangun pabrik MNO di Kabupaten Kupang pabrik, ini yang dimaksud bapa glGubernur untuk kita join dan menyiapkan materiak di Kupang.materiil Itu meliputi nikel dan mangan kita akan buat di kupang nanti”. Katanya.
Dijelaskan, untuk investasi dibutuhkan dana sedikitnya Rp 250 milyar untuk investasi mangan di NTT yang harus di siapkan oleh pengusaha mangan.
“Kita akan kirim dan mengecek kualitas kita supaya mereka melakukan investasi di kita kurang lebih Rp 250 milyar investasi dan itu tidak mudah” tegas Stenly. (wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara