Kadis ESDM NTT, Pasca Moratorium Mangan, Pt. Satwa Lestari Permai Dapat Rekomendasi Dari Gubernur NTT

Kupang, obor-nusantara.com-Pasca Moratorium bagi Seluruh Perusahaan Penambang Batu Mangan di seluruh Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh Gubernur NTT Victor Bungtilu Laiskodat pada Tahun 2018 lalu, Baru satu Perusahaan Penambang yang diberikan Izin/Rekomendasi oleh Gubernur NTT untuk melakukan Penambangan Batu Mangan di wilayah Kabupaten Kupang.
“setelah Pemerintah Provinsi diberikan kewenangan sesuai dengan Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah untuk mengurus kegiatan pertambangan  mineral dan batu bara (Minerba) pasca Moratorium pertama ada Ratusan Perusahaan Mangan tetapi yang baru datang ke kita untuk proses izinnya baru 30’an perusahaan” ujar Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTT Yusuf Alfred Adoe saat ditemui di ruang kerjanya ada Selasa, 02/06/2020 di Kupang.
Menurutnya, dari 30″an perusahaan yang diproses izinya hanya terdapat 30’an yang memenuhi syarat dasar untuk diproses sesuai aturan yang berlaku.
“semua itu kita evaluasi secara teknis administrasi, keuangan dan lingkungan sesuai dengan aturan yang ada setelah itu diserahkan ke pak Gubernur untuk mendapat rekomendasi dari segi kelayakan dia Pt ini sangat layak makanya mendapat rekomendasi dari Bapa Gubernur.” katanya.
Dikatakan, saat ini ada 18 perusahaan batu Mangan yang dalam proses penerbitan rekomendasi dari Pemerintah dalam hal ini Gubernur NTT untuk melakukan kegiatan penambangan di wilayah Masing-masing.
“perusahaan yang pertama yang baru kita proses itu ada 18 Yang benar-benar sudah memenuhi semua ketentuan yang berlaku, sedangkan 14 perusahaan lainnya belum bisa diproses
” karena mereka punya jaminan Reklamasi itu masih berada di Kabupaten/Kota yang seharusnya sesuai undang-undang 23 begitu kewenangan ini diberikan ke profonsi, semua sudah harus dipindahkan Provinsi termasuk jaminan ke rekening dari Pemerintah provinsi bukan di kabupaten dan Kota” . Jelasnya.
Lebih jauh Jusuf menjelaskan, dari semua perusahaan yang diusulkan baru satu perusahaan yang mendapat rekomendasi Pengoperasian dari Gubernur NTT yakni pt, Satwa Lestari Permai.
“dengan izin Rekomendasi tersebut Perusahaan ini sudah mulai beroperasi di wilayah Kabupaten Kupang sesuai dengan lokasi izin yang diberikan. Katanya.


Sementara itu Stenly salah seorang dari Pt Satwa Lestari Permai saat ditemui pada minggu, 31/05/2020 di Kupang mengaku melalui surat Rekomendasi dari Gubernur NTT dengan nomor: BU. 540/28/DSDM/2020 tertanggal 14 Januari 2020 perusahan Pt Satwa Lestari Permai yang beralamat di Kupang sudah bisa melakukan kegiatan Penambagan sesuai izin usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Mangan.
“Perusahaan kami sudah dapat izin resmi dari Gubernur NTT sejak Bulan Januari 2020 lalu dan kami siap lakukan kegiatan. Produksi di wilayah Kabupaten Kupang”.papar Stenly.
Dikatakan dalam surat tersebut di uraikan sejumlah kegiatan yang akan dilakukan oleh perusahaan yakni Gubernur memberikan rekomendasi untuk kegiatan Pengangkutan dan penjualan batu mangan tahun 2020.
“jadi dengan adanya rekomendasi ini tanggung jawab perusahaan ke masyarakat sangat jelas, kita bisa bantu masyarakat melalui dana CSR dan lainnya, karena kita Resmi dan bukan Perusahaan Abal-abal.” Imbuhnya.
Saat ini menurut Stenly, perusahaan tengah mengumpulkan batu mangan sebagai sampel untuk kepentingan Pengujian laboratorium guna memastikan kualitas dari batu mangan yang akan diproduksi nanti.
“kita saat ini sedang lakukan pengumpulan batu mangan untuk sampel dan sedang berjalan.” tegas Stenly.
Sementara terkait pabrik batu mangan menurut Stenly, paling lambat tahun 2021 mendatang pabrik batu mangan milik Pt. Satwa Lestari Permai telah memiliki pabrik di Kabupaten Kupang. (wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara