Kesal Tidak dapat Izin Tambang Galian C, Warga Tutup Jalan ke Desa Kiuola

Kefamenanu, obornusantara.com- KesalTidak dapat Izin Tambang Galian C dari desa yang tidak searah dengan Visi dan Misi Kepala Desa Kiuola saat kampanye sebelum dilantik, salah sorang Warga Desa setempat nekat memblokade Jalan Ke Desa tersebut. Aksi ini dilakukan setelah dirinya merasa tidak dilayani oleh Aparat Desa setekah izin Usaha Galian C tidak dikeluarkan Desa.
Penutupan oleh salah seorang warga ini dilakukan sebagai langkah untuk menuntut Kepala Desa Kiuola menepati janjinya untuk menjadikan Galian C sebavai salah satu usaha yang menghasilkan Pendapatan bagi Desa Kioula.
“Rom Fallo yang salah satu warga Desa kiuola, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), berinisial melakukan aksi penutupan jalan ke desa Kiuola.
“saya minta keadilan terkait misi Kepala Desa (Kades) Kiuola tentang Perkembangan UKM yang mau dilaksanakan saat kampanye tapi sampai saat ini Tidak ada respon atas surat Izin yang saya usulkan kepada Pemerintah Desa”. Sebut Rom Fallo saat ditemui di Desa Kiuola, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada Rabu, 27/5/20.
Kepada awak media, Rom Fallo, mengatakan, dirinya mempunyai niat baik untuk mengembangkan bahan galian C di Desa Kiuola berupa batu, pasir & juga sertu yang ada di wilayah desa kiuola. tujuan yang ingin dilakukannya, jelas-jelas tercantum dalam salah satu misi Kades Kiuola yaitu pengembangan UKM, dan misi tersebut juga di sampaikan oleh Kades saat mencalonkan diri sebagai Kepala Desa.
Namun apa yang ingin dilakukan oleh warga desa Kiuola tersebut tidak di indahkan oleh Kades Kiuola, padahal Surat Izin Usaha (SIU) sudah di ajukan Kepada Desa(KaDes, namun tidak di tandatangani
“punya kami tidak ditanda tangani tetapi kami melihat beberapa truk yang berkeliaran setiap hari mengangkut material galian C dari Desa ini”. Ungkapnya.
Menurutnya, sebagai warga Desa yang ingin berusaha di wilayahnya sendiri tetapi tidak diperhatikan. “t diizinkan supaya kami bisa mengelola bahan galian C yang ada di desa kiuola, karena Sampai hari ini kami belom diberikan Izin, Kalau tidak ada surat ijin usaha kenapa yang lain diperbolehkan untuk beroperasi dan mengembangkan usaha yang ada, apakah ini yang di namakan keadilan.” katanya.
Ditambahkan, hal Ini sangat tidak adil, oleh karena itu dirinya melakukan aksi penutupan jalan dan meminta keadilan kepada Kepala Desa (KaDes) untuk segera berikan ijin, sehingga bisa kelola bahan galian C.
Dirnya juga mengancam akan melaporkankan sang Kades ke Polres TTU jika tidak memberikan izin usaha Galian C.
“Jika tidak kasi izin, pemerintah Desa akan kami laporkankan ke Kapolres TTU untuk di proses.
Kepala Desa Kiuola Primus Rusae saat dikonfirmasi melalui saluran telepon ada Rabu, 03/06/2020 membenarkan adnya beberapa kendaraan truk yang lalu-lalang di sekitar Desa, namun mobil tersebut adalah adalah miliknya.
“memang benar ada truk yang selalu lewat sini tapi itu mobil milik kita”. Ujar sang Kepala Desa.
Sementara terkait SIU yang diajukan oleh warga desa menurut Primus, belum ditandatangani karena ada kesibukan lain termasuk mengurus Covid-19 di Desa.
” saya belum tandatangani surat itu Karena masih sibuk sehingga belum sempat tandatangani surat ijin itu.”ujarnya.
Menurutnya, Bukan dirinya tidak mau namun saat ini situasi belum memungkinkan untuk melakukan aktivitas sehingga dirinya belum tanda tangan surat ijin untuk kelola tambang galian C di desa kiuola.
“kita akan tandatangan tapi setelah situasi covid ini, baru kita serahkan surat penandatangan atas tambang galian C ini sehingga dikelola oleh masyarakat desa kiuola. Tapi saat ini kita tahan Karena melihat dari situasi covid ini blom aman.” tutup sang Kades. (Wr/Arro Bria)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara