Per 15 Juni Semua Aktivitas Diaktifkan, Protokol Kesehatan Tetap Berlaku

Kupang, obor-nusantara.com-Pemerintah Provinsi Nsua Tenggara Timur (NTT) tetap optimis mengaktifkan seluruh aktivitas Perkantoran termasuk kegiatan Masyarakat setelah selama kurang lebih 4 bulan berada di rumah akibat pandemi Covid-19 yang melanda seantero dunia termasuk NTT.
Meski demikian protokol kesehatan yang selama ini menjadi oedoman hidup masyarakat tetap diberlakukan di seluruh sektor baik swasta maupun instansi Pemerintah.
“kita ketahui bahwa, per 15 Juni 2020 semua tata kelola Pemerintah dan pembangunan di seluruh Nusa Tenggara Timur dibuka, Kita harapkan walaupun nanti per 15 Juni 2020 semuanya dibuka dan dimulai namun protokol-protokol kesehatan sangat ketat di berlakukan, selalu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun juga menjaga jarak di tempat kerja lembaga pemerintah maupun non pemerintahan serta menghindari kerumunan tidak menciptakan kerumunan dalam jumlah besar kalaupun terpaksa”. Ujar Juru Bucara percepatan Penanganan Covid-19 provinsi NTT Marius Ardu Jelamu yang juga Kepala Biro Humas Setda NTT di Ruang Biro Humas, Rabu, 03/06/2020.
Menurutnya, jika harus terpaksa hadir suatu rapat yang melibatkan banyak orang harus menjaga jarak diantara sesama, sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran virus Corona di seluruh Nusa Tenggara Timur.
“kalau harus hadir ya yang penting jaga jarak agar kuta bisa putuskan mata rantai covid-19 di NTT. Katanya.
Marius juga menambahkan, saat ini telah tiba di Kota Kupang salah seorang Nelayan asal Sabu-Raijua dari Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) atas nama Timotius yang sempat terdampar bersama perahunya di Lombok pada beberapa Bulan lalu.
“Selama sekian hari Bapak Timotius berada di Lombok dan dirawat oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur, karena itu  kita berterima kasih kepada para nelayan di perairan Lombok Timur yang berhasil menyelamatkan berapa kita saudara kita Bapak Timotius Setelah sekian lama mengalami kecelakaan laut perahu yang terdampar dan bisa diselamatkan oleh saudara-saudara kita” jelas Marius.
Terkait dengan Nelayan ini, menurut Marius, mungkin juga ini akan menjadi pembelajaran bagi kita semua terutama bapak-bapak kita saudara-saudara kita yang berprofesi sebagai nelayan di manapun di seluruh Nusa Tenggara Timur saat melaut nanti. (wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara