Diduga Pakai Material Ilegal di Proyek Jalan, Wabup Kupang Minta Dinas PUPR NTT Tindak Kontraktor

Kupang, obor-nusantara.com-Pekerjaan Pembangunan jalan di Kecamatan Fatuleu Barat Menuju Ke Kecamatan Amfoang Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga menggunakan material Galian C yang tidak berizin membuat Wakil Bupati Kupang angkat bicara.
Politisi Partai Golkar ini meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR) NTT segera menegur dan melakukan evaluasi teknis terkait penggunaan material yang digunakan di Proyek yang diduga diambil dari lokasi tidak berizin yang dapat berdampak pada kualitas pekerjaan yang nantinya bisa merugikan masyarakat.
“saya mau sampaikan soal masalah pekrjaan jalan, sekarang kita dari Kabupaten Kupang senang ada jalan saya kalau tidak salah itu dana APBD atau APBN tapi itu ada di wilayah Kabupaten Kupang di Kecamatan Fatuleu Barat yang menuju ke Amfoang Barat Daya itu siapa pun kontraktor dan dari mana pun saya tidak perhatikan, tetapi materialnya itu ambil dari lokasi yang tidak berizin dan ini harus diperhatikan supaya tidak merugikan masyarakat nanti. Ujar Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe saat ditemui pada beberapa waktu lalu.
Menurutnya, Material agregat yang digunakan tidak melalui proses penyaringan menggunakan alat penyaringan dan langsung digunakan.
“agregat bukan dari tempat yang berizon tapi dia ambil saja dan itu tidak lewat  satu saringan agregat itu begitu diambil dari lokasi langsung di pakai jadi minta tolong kontraktor tolong jaga kualitas, karena begitu jadi masyarakat yang susah, pengusaha jangan saja melihat dia punya keuntungan dia punya profitnya tapi dia tidak menjaga kualitas dan itu menyusahkan masyarakat”. tandasnya.
Karena itu sebagai warga Kabupaten Kupang sekaligus pemimpin yang bertanggunjawab terhadap masalah pembangunan di wilayah itu dirinya berharap Pemerintah Provinsi melalui Dinas PUPR NTT dapat menegur dan memberikan sanksi kepada Kontraktor pelaksana jika melakukan kesalahan pengginaan material dilapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas PU-PR NTT Maxi Nenabu saat dihubungi pada Kamis, 04/06/2020 enggan berkomentar.(wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara