PDIP Gandeng Pengusaha Nasional Kembangkan Produksi Benih Jagung Hibrida Di Kupang

Oelamasi,obor-nusantara.com-
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggandeng pengusaha pertanian nasional untuk mengembangkan produksi benih jagung hibrida di kabupaten Kupang9 Nusa Tenggara Timur (NTT).

DPP PDIP melalui Ketua dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Kupang Yohanis Mase melakukan penanaman perdana jagung hibrida dilahan petani kecamatan Kupang Timur.

“Hari ini kita tanam jagung hibrida dengan luasan 50 hektar sebagai pilot projeck,kerjasama dengan PT. Sangkara. Hasil jagung dari petani seluruhnya akan diambil oleh PT. Sangkara dalam bentuk benih jagung hibrida.Kegiatan yang sama bukan hanya di Kupang timur tapi bisa dikembangkan diwilayah lain di kabupaten Kupang.Ini dalam rangka pengembangan benih jagung yang selama ini masih kita ambil dari luar NTT. Ini bentuk nyata yang dari PDIP yang dibuat untuk daerah ini”Ungkap Yohanis Mase selaku ketua DPC PDIP kabupaten Kupang di Oesao, selasa, 9 Juni 2020.

Menurut Anis Mase,para petani yang tergabung dalam kelompok tani penangkar benih bekerja sama dengan Perusahaan penghasil benih unggul Pt.Sangkara.

Pola kerjasama yang dibangun, petani diberikan bibit ditanam dilahan petani dalam binaan pendamping dari Sangkara,hasilnya akan diambil oleh perusahaan.PT.Sangkara akan mengambil benih bukan dihitung per pipil melainkan diambil gelondongan per tongkol ditimbang dengan harga Rp. 4000 per kilogram.

Mase juga mengakui bahwa terobosan ini dibangun bersama DPP PDIP Herman Heri,sebagai wujud nyata membangun petani di NTT khususnya Kabupaten Kupang.

Sementara itu pihak PT.Sangkara Andong Triwenda mengatakan target kami kembangkan penangkaran benih di NTT mengingat kebutuhan benih di daerah ini juga sangat tinggi.

“Tujuan koorporasi ini kami akan optimalkan disini. Para petani disini juga bisa lakukan penangkaran benih di NTT guna memenuhi kebutuhan benih di daerah ini.kita bermitra dengan petani, sarana prasarana didukung oleh dinas, kami memfasilitasi dan penanggung jawab produksi dan hasil produksinya. Semuanya kita ambil dengan target minimal kita dari 50 hektare sebanyak 100 ton benih jagung hibrida”ujar triwenda.

Untuk tahap pertama,di kupang Timur sendiri ada 3 kelompok tani yang bekerja sama dengan Pt. Sangkara.Total petani yang bergabung sekitar 30 orang dengan luasan lahan 50 hektare.(kenzo)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara