KPU  Berharap, Anggaran Tambahan Pilkada 2020 Tahap 2 dan 3  Cair pada Agustus dan Oktober

Jakarta, Obornusantara.Com- Komisi Pemilihan Umum ( KPU) selaku penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) berharap anggaran tambahan Pilkada 2020 dapat dicairkan dalam tiga tahap demi kelan caran Pemilu yang digelar nanti.  
“Dulu kan KPU sudah mengusulkan (pencairan) dalam tiga tahapan,” kata Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi saat dihubungi, Selasa (7/7/2020).

Seerti dilansir Compas.com, Raka menerangkan bahwa pencairan anggaran tambahan tahap pertama telah terealisasi pada 26 Juni. “Tahap kedua diharapkan dapat terealisasi bulan Agustus, kemudian tahap ketiga diharapkan dapat terealisasi bulan Oktober,” ungkapnya.

Kementerian Keuangan mendistribusikan Rp 941 miliar ke tiap-tiap KPU provinsi dan kabupaten/kota penyelenggara Pilkada.

Menurut Raka, pihaknya ingin anggaran tambahan dicairkan secara bertahap karena kebutuhan Pilkada juga bertahap. Sehingga, kebutuhannya tidak hanya dalam satu waktu.

“Kebutuhannya juga bertahap sehingga tidak terlalu singkat waktunya untuk pemenuhan terhadap jumlah yang sedemikian besarnya,” ujar dia.

Raka menambahkan, anggaran tambahan bakal digunakan untuk pengadaan barang dan jasa protokol kesehatan pencegahan Covid-19.Adapun pengadaan barang dan jasa itu langsung dilakukan oleh KPU penyelenggara Pilkada.

“Pengadaan APD (alat pelindung diri) dan kelengkapan yang berkaitan dengan protokol kesehatan itu ada di KPU Provinsi dan kabupaten/kota. Jadi KPU RI lebih kepada penyiapan regulasi, supervisi,” kata Raka.

Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat (RDP) Kamis (11/6/2020), DPR bersama Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri menyetujui usulan penambahan anggaran untuk KPU, Bawaslu, dan DKPP untuk penyelenggaraan Pilkada 2020.

KPU mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 4,7 triliun, DKPP sebesar Rp 39 miliar, dan Bawaslu sebesar Rp 478 miliar.Sebelum Covid-19 menjadi pandemi, KPU bersama pemerintah daerah di 270 wilayah telah menyepakati besaran anggaran Pilkada 2020 sebanyak Rp 9,9 triliun. Dana ini di luar anggaran Bawaslu.

Dalam rapat tersebut, Menkeu Sri Mulyani menyatakan “siap merealisasikan anggaran Rp 1,02 triliun” sedianya Sri Mulyani

Kebutuhan anggaran yang belum terpenuhi akan diputuskan setelah ada rekonsiliasi anggaran antara Kemendagri, Kemenkeu, KPU, Bawaslu, DKPP, dan Gugus Tugas Covid-19.

Adapun Pilkada 2020 akan digelar di 270 wilayah di Indonesia, meliputi sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Semula, hari pemungutan suara Pilkada akan digelar pada 23 September. Namun, akibat wabah Covid-19, hari pencoblosan diundur hingga 9 Desember 2020. (Wr/Arro Bria//Info-Kompas.com)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara