Alasan Menolak Jadi WNI,  BKN Berhentikan ASN Aktif di Dinsos Propinsi NTT 

Oelamasi,obor-nusantara.com-Salah Seorang  Aparatur Sipil Negara atau (ASN) aktif pada Dinas Sosial Propinsi NTT diberhentikan dari pegawai negeri sipil oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan alasan menolak menjadi Warga Negara Indonesia(WNI).

Ramiro Caetano yang keseharian menjalankan tugas sebagai pegawai negeri sipil pada panti sosial karya wanita Naibonat diberhentikan BKN pada 26 maret 2019 sesuai surat BKN Nomor D IV 26-30/C 2-9/62 tertanggal 26 maret 2019,perihal penjelasan status dan kedudukan kepegawaian an.Ramiro Caetano NIP.170018218.

Dalam surat pemberitahuan pemberhentian dari sekretariat daerah Propinsi NTT yang ditunjuk Ramiro kepada media ini,menuliskan bahwa Saudara Ramiro Caetano Nip.170018218 diberhentikan sebagai PNS dengan surat keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor :00160/17/BHT/TT/2002 tanggal 15 februari 2002,karena yang bersangkutan menolak menjadi warga negara indonesia atau WNI.

Caetano menyesalkan keputusan BKN yang dinilai pemberhentian dirinya tanpa dasar,mengingat sejak 2005 ia aktif bekerja hingga maret 2019 sebagai pengasuh pada panti BSKW Naibonat.

“Sudah 1 tahun saya tidak terima gaji, Saya minta pemerintah mempertimbangkan status saya ini”Pintanya.

Selain surat pemberitahuan pemberhentian,ia juga menunjukkan piagam tanda kehormatan Presiden Republik Indonesia menganugerahkan tanda kehormatan satpalancana karta satpa XX tahun yang diterimanya pada 28 april 2016.Sebagai staf pada upt panti sosial rehabilitasi karya wanita Naibonat Dinas sosial NTT dengan pangkat pengatur muda IIa.

Caetano mengaku jika dirinya tidak mengakui sebagai warga negara indonesia ia tidak menetap di RT 45 RW 18 kelurahan Naibonat kecamatan Kupang Timur kabupaten Kupang Propinsi NTT tertera pada KTP elektrik yang ada nomor 530106110565003.

Ia juga menjelaskan bahwa sebagai PNS ia selalu disiplin bekerja dan aktif berkantor sebagai pengasuh anak panti.

Bukan hanya itu,Caetano menceritakan bahwa dirinya diangkat menjadi PNS sejak dari Timor Timur pada 1 maret 1988 bertugas di kanwil departemen sosial Timor timur yang kini Negara Timor leste.pada 1997 dirinya mendapat kenaikan pangkat.Hingga saat ini ia sudah 32 tahun mengabdi sebagai aparatur sipil negara.

Dikisahkan Caetanu Pada tahun 1999 dirinya eksodus ke NTT dan pada tahun 2001 ia menderita stroke sehingga ia kembali berobat di dili.Setelah sembuh pada tahun 2002 ia kembali ke ntt dan melaporkan diri untuk kembali bekerja kepada pemerintah propinsi NTT.Akhirnya ia ditempatkan dipanti sosial.

“Saya sempat diberhentikan 2 kali tanpa surat yang disampaikan secara lisan.Kemudian dipanggil lagi untuk bekerja.Ditambah lagi dengan ini sudah 3 kali saya diberhentikan.Kali ini paling lama karena sudah setahun”Jelas Caetano.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Propinsi NTT,Mese Ataupah yang dihubungi media ini terkait pengaduan Caetano melalui pesan whatsapp mengaku waktu itu dirinya belum masuk menjabat sebagai kepala Dinas.(kenzo)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara