Paslon Kalwedo Inginkan Debat Kandidat Digelar KPUD di Kota Tiakur

Tiakur, obor-nusantara.com-Agar bisa disaksikan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat Maluku Barat Daya terutama masyarakat Letty Moa Lakor (Lemola) , Pasangan Bupati dan wakil bupati Maluku Barat Daya Nikolas Kilikily- Desianus orno meminta Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Maluku Barat Daya mempertimbangkan kembali lokasi Pelaksanaan Debat Kandidat yang telah dijadwalkan lokasinya di Kota Ambon.
Paslon Kalwedo membatah bukan menolak mengikuti debat kandidat, namun tempat debatnya yang menjadi pertimbangan pasangan berjargon Kalwedo itu.

Pasalnya, debat kandidat di lakukan di dalam studio dan dilakukan di Ambon. Menurut Desianus Orno lebih baik debat dilakukan di Kota Tiakur Kabupaten Maluku Barat Daya agar dapat disaksikan oleh masyarakat yang akan mengikuti Pilkada . Kalau soal kesiapan pasangan Kalwedo sangat siap untuk menyampaikan visi misi.

“Jadi kita tidak menolak ataupun menghindar dari debat Kandidat, namun tempatnya yang menjadi pertimbangan kita. Kita sangat siap mengikuti debat, bahkan kalau bisa dilakukan secara terbuka agar masyarakat luas bisa melihat visi misi”, demikian dikatakan calon wakil bupati Desianus Orno kepada wartawan di Tiakur, pulau Moa Kabupaten Maluku Barat Daya, minggu, (18/10).demikian dikutip dari wartamaluku. Com.

Menurutnya, ada beberapa alasan yang membuat adik wakil Gubernur ini tidak ingin berdebat di kota Ambon.

“Pertama, sesuai instruksi Bupati MBD
NOMOR: 188.45.5/10/2020 tentang perpanjangan pengendalian transportasi Pada masa persiapan adaptasi kebiasaan baru untuk mencegah penyebaran covid-19 di kabupaten Maluku Barat Daya
yang menyebutkan semua orang yang dari zona merah wajib untuk karantina mandiri selama 14 hari. Jadi apabila kita berangkat ke Ambon untuk mengikuti debat satu hari lalu kita pulang dan karantina. Bagi kami ini bencana nasional, protap nasional jadi jangan sampai kita membuat klaster baru di MBD. Kita bersyukur, di MBD zona hijau, jadi jangan sampai kita berangkat lalu pulang dengan membawa klaster baru karena Pilkada. Jangan kita menyusahkan masyarakat MBD. Saya sudah pernah merasakan karantina jadi saya tidak mau lagi. Kedua, alasan saya adalah tujuan debat ini untuk mengiformasikan visi misi kita kepada masyarakat, apa yang nantinya kita lakukan untuk masyarakat MBD”, ungkapnya.

Dikatakan, infrastruktur telekomunikasi di MBD cukup memadai yakni internet lancar. Bahkan hampir setiap hari Pemda maupun instansi vertikal di MBD selalu video conference dengan instansi di Ambon maupun Jakarta. Karena itu baiknya debat dilakukan di MBD agar masyarakat bisa menyaksikan debat .

Untuk diketahui, banyak hal yang menjadi pertimbangan tim pasangan Kalwedo. Pasalnya, bila dibandingkan pada tahun 2015 MBD masih dikatakan tertinggal bisa menggelar debat kandidat mengapa di tahun 2020 debat justru dilakukan di kota Ambon dan bukan di Kota Tiakur. (Wr/tim/WM).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara