Pengeroyokan Dua Wartawan di Malaka,  Polisi Segera Periksa Para Pelaku

MALAKA, Obor-nusantara. Com-Pelaku pengeroyokan dua wartawan maaing-masing  Pimred media Gardamalaka. com dan Wartawan Media Online Suluhdesa.com, Ferdi Dacosta yang juga Ketua dan anggota DPC PWOIN Kabupaten Malaka, akan segera diperiksa penyidik Polres Malaka.

Hasil Pantauan Media Obornusantara.com, kasus ini kini sudah sampai pada tahap pemeriksaan saksi.

Pemeriksaan yang pertama kepada saksi Korban Sabtu, (17/10/20) Sekitar Pukul 09:00 sampai selesai. Pada hari Minggu dan dalam waktu dekat pihak Polres Malaka akan memanggil para pelaku pengeroyokan terhadap kedua wartawan media online di Malaka untuk diperiksa.

Salah satu Tim Kuasa Hukum, Yulianus Bria Nahak, SH, MH, usai melakukan pendampingan terhadap kedua wartawan saat penyerahan barang bukti, berupa satu buah handycamp warna hitam, merek Sony, tipe HDR-PJ340E 7, 2V, 9,2 mega pixels kepada pihak Reskrim Polres Malaka, Minggu (18/10/2020) pukul 10.10 wita malam.

“Kita dapat Mendukung dan memberikan waktu 1×24 Jam untuk pihak Polres Malaka segera menangkap pelaku yang telah bertindak Premanis terhadap kedua wartawan di Malaka” Tegas Tim Kuasa Hukum ini

Lanjut Yulius Bria, bahwa informasi dari pihak polres Malaka bahwa sudah kirim surat panggilan untuk tiga orang pelaku yang melakukan Pengeroyokan terhadap Bojes Seran Dan Ferdi Dacosta di hari Kamis pekan lalu, yakni RSK, SK dan M”demikian disampaikan.

Menurut Yalianus Bria Nahak, penyerahan barang bukti diterima langsung oleh Kanit Pidum Satreskrim Polres Malaka, Abdullah Donumo disaksikan oleh Nellyou Riberro Ho Loes dan Yulianus Bria Nahak, SH, MH.

Penyerahan barang bukti dikemukakan, Bria Nahak, karena memiliki kaitan dengan perkara pidana, di muka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 ayat 1 KUHP, subsider pasal 351 ayat 1 KUHP, Juncto pasal 55 ayat 1 ke 1e KUHP dan atau pasal 18 ayat 1 UU RI, Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Yulianus juga meminta dengan tegas agar Polres Malaka segera mengusut tuntas pelaku tindak pidana kekerasaan terhadap wartawan gardamalaka.com dan suluhdesa. com.

“Sangat jelas perbuatan para pelaku telah melanggar Pasal 170 KUHP, bahwa barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasaan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan”,paparnya.

Dikatakan Yulianus, kasus kekerasan terhadap wartawan ini perlu diusut serius dan sampai tuntas oleh pihak kepolisian supaya selain menjadi efek jerah juga tidak berpotensi membias ke persoalan lainnya. (Wr/Arro Bria)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara