Kunjungi Pasien Gagal Ginjal,  Ketua DPRD Ngada  Siap Fasilitasi Proses Rujukan Ke Rumah Sakit

Bajawa,obor-nusantara.com-
Dilema kaum marjinal/terpinggirkan di Kabupaten Ngada Propinsi NTT,ibu dua anak penderita gagal ginjal stadium akhir yang pasrah tersandera masalah ekonomi akhirnya terjawab.

Ketua DPRD Kabupaten Ngada  Berny Dhey Ngebu,pada Selasa,20 Oktober 2020 membesuk sekaligus memfasilitasi proses rujukan Maria Meo, pasien gagal ginjal stadium akhir yang saat ini sedang dirawat diruang mawar RSUD Bajawa.

Kepada media ini melalui sambungan telepon Selasa 20/10/2020,Berny Dhey mengatakan baru mengetahui informasi ini dari beberapa media.

Lantas sebagai Wakil rakyat,Ia mendatangi RSUD Bajawa untuk melihat langsung kondisi pasien dan keluarga serta melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit untuk penanganan lanjutan terhadap pasien.

Mengingat pasien butuh penanganan cepat untuk dirujuk ke rumah sakit Labuan Bajo atau RS lain yang memiliki ruangan Hemodialisa guna dilakukan pencucian darah.

Berkat koordinasi oleh Ketua DPRD Ngada,pihak rumah sakit Daerah Bajawa merujuk pasien pada Rabu 21-10- 2020 ke RS Labuan Bajo.

“Saya sudah bertemu direktrisnya untuk koordinasi dan secepatnya akan dirujuk ke labuan bajo untuk mendapatkan pelayanan.”Tutur politisi PKB ini.

Menurut Berni, dirinya akan berupaya semaksimal mungkin agar bisa membantu pasien dan juga kaum marjinal lainnya yang membutuhkan bantuan.

“Sebagai wakil rakyat pastinya saya lakukan sesuai dengan tugas saya untuk dapat meringankan beban pasien”jelasnya.

Sementara ayah pasien anton Ullu kepada media ini mengaku sangat berterima kasih kepada Tuhan,Leluhur ketua Dewan dan Para donatur yang telah tergerak hatinya membantu meringankan beban anaknya sehingga proses rujukan bisa berjalan.

“Terima kasih kasih saya sampaikan kepada Tuhan, leluhur, ketua dewan,  dan para donatur yang sudah mbantu anak saya untuk bisa di rujuk secepatnya sehingga dia bisa diselamatkan. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan saudara saudari sekalian”tuturnya.

Diberitakan sebelumnya,Tersandera Keterbatasan Ekonomi,Ibu Dua Anak Di Ngada Pasrah Divonis Gagal Ginjal Stadium Akhir

“Saya berharap Kasih Tuhan kepada saya melalui uluran tangan hamba Tuhan membantu saya untuk berobat,karena saya tidak punya uang untuk cuci darah akibat penyakit gagal ginjal stadium akhir.Saya berjuang hanya untuk mereka,anak -anak saya dan suami saya”Ucap Maria Meo,ibu dua anak warga desa Turekisa RT 06/ RW 02  Kecamatan Golewa Barat Kabupaten Ngada Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Pasalnya,minggu lalu dokter  memvonisnya menderita gagal ginjal stadium 5 dan disarankan dokter melakukan proses cuci darah atau cangkok ginjal.Karena kedua ginjalnya sudah tidak bisa berfungsi lagi. Namun sayang akibat tersandera keterbatasan ekonomi, ibu dua anak ini mengaku pasrah dengan keadaan dirinya.

Pengakuannya ketika dihubungi media ini pada 17/10/2020,Maria dengan nada terbata bata menahan sakit mengungkapkan bahwa dokter sudah menyarankan untuk segera  dirujuk ke RS Labuan Bajo guna penanganan medis pencucian darah sejak seminggu yang lalu.

Namun rekomendasi dokter tidak diindahkan keluarga lantaran tak cukup biaya.Saat ini,kondisi Maria pun semakin lemah dan pasrah menahan sakit.Dibalik rasa sakitnya, Ia sangat merindukan kesembuhan untuk berkumpul kembali dengan anak-anak.

Menurut dia, dirinya sudah merasakan sakit sejak lama, namun berbenturan dengan keterbatasan Ekonomi dia lebih memilih untuk tetap bekerja membantu suaminya dikebun dan  mengasuh kedua anaknya yang masih kecil.

Pasien belum memiliki BPJS dan tidak terdaftar sebagai peserta keluarga miskin yang dijamin oleh pemerintah.BPJS baru didaftar sehingga baru bisa berlaku pada tanggal 29 Oktober 2020.(kenzo)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara