Jaringan Irigasi Raknamo dan Koldoki Dipastikan Fungsional Pada Musim Tanam Tahun 2021

Kupang, Obor-nusantara.com-Jaringan irigasi dari Bendungan Raknamo dan Bendung Koludoki satu dan Koludoki dua yang dibangun di Wilayah Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang sejak tahun 2017 lalu dipastikan akan fungsional dan dapat dimanfaatkan para petani sebagai sarana irigasi di kawasan Desa manusak dan sekitarnya.
Pekerjaan Pembangunan Daerah Irigasi (D-I) Raknamo dan Koludoki satu dan dua di Kabupaten Kupang oleh Balai Sungai Nusa Tenggara dua (BWS-NT2) Kupang berlangsung selama beberapa tahun dan baru pada tahun anggaran 2020 ini pekerjaan jaringan irigasinya mencakup seluruh areal yang menjadi target dari Daerah irigasi Raknamo dan Koludoki.

“jaringan irigasi Raknamo dan Koludoki kami pastikan sudah fungsional dan dapat digunakan oleh para petani dimusim tanam tahun 2021 ini, karena bangunan jaringan induk dan pembagi yang dikerjakan pada tahun anggaran 2020 ini sudah mencapai 87 persen.” jelas Kepala Satuan Kerja Non Vertikal (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara Dua (BWS-NT2) Kupang Hendra Kurniawan saat meninjau langsung proses pekerjaan lanjutan Pembangunan Jaringan Daerah Irigasi Raknamo di Desa Manusak pada Jumat, 23/10/2020.
Menurutnya, sesuai dengan kontrak yang ada, pekerjaan jaringan irigasi raknamo ini akan rampung pada 12 Nopember 2020 atau masa pelaksanaan lanjutan pembangunan jaringan irigasi DI raknamo selama 365 hari kalender.
“kalau sesuai jadwal yang ada, semua kegiatan selesai dan di serahkan tahap pertama pada bulan Nopember 2020 nanti, dengan kondisi fisik yang sudah mencapai 87 persen ini sangat yakin kalau selesai tepat waktu.”katanya.
Dijelaskan, saat ini kegiatan lapangan sudah pada tahapan pekerjaan akhir dengan sejumlah item yang harus diselesaikan seperti, pintu pilscall nomenclatur bangunan sadap termasuk gorong-gorong atau mistar ukur air/debit, saluran galian dan timbunan
Pekerjaan tanah.
“sekarang pekerjaan sudah tahap akhir dengan pekerjaan pemasangan pintu air sebanyak 19 pintu dan sekarang yang belum terpasang tinggal 6 pintu.” Imbuh Hendra.

Sementara itu Budi Setijawan selaku Pelaksana dari Pt. Dwi Mulia Agung Utama mengaku, sebagai kontraktor pelaksana, pihaknya sangat optimis seluruh pekerjaan sudah selesai pada bulan Nopember bahkan bisa selesai sebelum habis masa kontrak.
“kita sangat optimis selesai tepat waktu, karena semua item pekerjaan sudah ditangani oleh Masing-masing kelompok tenaga kerja yang sudah siap”. Ujarnya.
Dikatakan, dimasa pandemi covid-19 ini seluruh pekerja terutama buruh dan tukang termasuk sopir seluruhnya dari kupang atau lokal.
“pekerja kita semua dari lokal sini (kupang) paling dari luar itu tenaga inti tetapi untuk sopir, tukang dan buruh semuanya dari lokal”. Ungkap Budi.Sebelumnya pada tahun anggaran 2018 dan 2019 lalu telah dibangun sarana dan prasarana irigasi dari Bendungan raknamo Untuk mendukung air irigasi di wilayah tersebut diantaranya, pembangunan jaringan irigasi Primer dan sekunder dari bendungan raknamo serta 2 bendung sedang yakni bendung Koludoki satu dan kuludoki dua yang juga dilengkapi dengan jaringan suplesi yang telah siap menyuplai air bagi petani di wilayah desa manusak dan sekitarnya dengan luas lahan lebih dari 300 hektar lahan. (Wr/ipo/tim).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara