Polres Malaka Didesak Tangkap 3 Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan Di Malaka

Kefamenanu, Obor-nusantara.Com-Mantan Komisaris Daerah (KOMDA) PMKRi Regional Timor mendesak Polres Malaka untuk segera menangkap 3 pelaku pengeroyokan terhadap 2 Jurnalis di Malaka yang terjadi Kamis Pekan Lalu.

Tindakan kekerasan terhadap dua orang wartawan media online masing-masing  dari media Gardamalaka.com Bojes Seran dan wartawan Media Suluhdesa.com Ferdi Costa, yang terjadi saat melakukan tugas jurnalistik merupakan tindakan kriminal karena seorang jurnalis dilindungi undang-undang no 40 tahun 1999 saat bertugas.

Selaku Mantan Komisaris Daerah merasa perduli terhadap saudara Se-PMKRI dan GMNI, joger Naihati mengecam keras dugaan aksi premanisme yang dilakukan oleh 3 oknum Pengurus Partai Golkar Malaka terhadap kedua wartawan tersebut. Peristiwa tersebut terjadi belum lama ini di depan sekretariat Pemenang SBS yang bertepatan di haitimuk, Kecamatan weliman, Kabupaten Malaka, Kamis, (15/10) pekan lalu.

“Perbuatan yang dilakukan oleh 3 orang oknum tersebut itu jelas telah melanggar hukum karena kesannya ada niat menyerang wartawan yang sedang melakukan tugas jurnalis di lapangan,” ujar Mantan Komisaris Daerah (Komda) PMKRI Regio Timor ini kepada wartawan, Jumat (23/10/2020) di kefamenanu.

Bahkan ia sendiri sangat menyesalkan kejadian sekelompok massa yang diduga nekat melakukan aksi pengeroyokan terhadap wartawan di lokasi kawasan sekretariat tombak pemenang SBS. Oleh karenanya perbuatan yang dilakukan oleh sekelompok massa itu justru telah melanggar Undang-Undang Pers.

“Karena setiap orang yang melakukan kekerasan dan menghalangi wartawan dalam melaksanakan tugas peliputannya, maka si pelaku tersebut dapat dikenakan hukuman selama 2 tahun penjara dan dikenakan denda paling banyak sebesar Rp 500 juta rupiah,” tegas Jhoger.

Bahkan dijelaskanya, sesuai dengan ketentuan pidana pasal 18 itu disebutkan bahwa,  setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang dapat menghambat atau menghalangi ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3.

“Terkait penghalang-halangi upaya media untuk mencari dan mengolah informasi dapat dipidana dalam pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah. Jadi ini ketentuan pidana yang diatur dlm undang-undang pers,” tegasnya.

Oleh karenanya Mantan Komisaris Daerah (KOMDA) PMKRI Regio timor ini meminta kepada pihak kepolisian agar segera tangkap 3 pelaku yang sudah di tetapkan menjadi tersangka karena Bukti sudah Cukup atas kejadian dugaan tindak pengeroyokan terhadap dua wartawan di Malaka oleh 3 oknum Pengurus Partai Golkar Malaka.

“Terus terang saya sempat merasa kaget usai menerima kabar dari teman-teman dari Malaka dan melihat dari banyak media online dan Video yang tersebar secara luas atau Nasional. Alangkah biadabnya ada sekelompok oknum menghadapi wartawan dengan cara preman seperti itu,” ungkap Jhoger, mantan Komisaris Daerah Timor ini.

Sebagai Aktifis PMKRi merasa sangat sesalkan tindakan kekerasan terhadap Wartawan onliene Gardamalaka.com (bojes seran) dan Wartawan suluhdesa.com (Ferdi Costa), “Bagi saya itu tindakan pidana Murni yang harus diusut tuntas dan segera di tangkap” bebernya

Dirunta sangat mengapresiasi kerja Polres Malaka yang telah menretapkan para pelaku  menjadi tersangka akan tetapi lebih mudah Polres Malaka segera menahan 3 oknum tersebut sehingga memudahkan proses Hukum, jangan dibiarkan tersangka berkeliaran bebas karena bisa saja pelaku bisa melarikan diri dan apa bila pelaku melarikan diri siapa yang bertanggung jawab soal itu.

“Kalau dilihat dari kronologis kejadiannya, dugaan kita ada aktor intelektual dibalik kasus ini, polisi harus terus memburuh pelaku kejahatan di kabupaten Bungsu di NTT ini dan jangan sampai publik hilang kepercayaan terhadap Penegak Hukum kalo proses Penyidikan terkesan lamban tegasnya. (Wr/Arro Bria)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara