Tingkatkan Ekonomi Ditengah Pandemi Covid-19, Kades Fafoe Ajak Warga Ternak Bab Dan Ayam

oleh

Malaka, Obor-nusantara.Com-Di balik kesibukannya sebagai Kepala Desa Fafoe, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka NTT, Yosef Seran Klau, S. Sos ternyata masih mempunyai kesibukan lain dengan beterbak  Babi dan Ayam. Usaha tersebut menjadi pemicu dan memotifasi masyakat untuk ikut beternak di saat adanya pandemi Covid-19 melanda seantero Dunia. 

Melalui usaha ternak Babi yang digeluti sebelum menjabat sebagai Kepala Desa setempat, ia memberikan contoh dan peluang bagi warganya untuk meningkat perekonomian melalui ternak ayam dan  Babi.

Tidak tanggung-tanggung, sang Kades kini memiliki ternak babi sebanyak 26 ekor  yang di piara dan dikembangkan.

Dari jumlah itu, 5  ekor diantaranya Ternak sudah terjual dengan mendapatkan hasil dari penjualan ternak babi tersebut.

Dari Pantauan Media Obor-nusantara.com, beberapa Minggu lalu Di lokasi peternakan babi milik Yosef Seran sendiri, terdapat sekitar 20an kandang babi yang menampung babi makao. Bai-babi tersebut kemudian ia kawinkan dengan yang jantan, hingga pada akhirnya di babi betina sedang mengandung.

Karena babi hasilnya bagus dan mampu beranak banyak, Yosef menamakan babinya Malaka Super sama seperti ayamnya juga diberi nama yang sama. Anak-anak babi inilah yang ia kembangkan, atau jika ada masyarakat yang ingin piara maka akan di bagikan juga ke masyarakat, supaya warganya juga bisa merasakan kesejahteraan dengan beternak babi.

“Awalnya saya beli 2 pasang, kemudian saya kembangkan atau budidayakan. Babi Makao ini tidak seperti babi yang lain. Babi ini pula memiliki tingkat produksi yang sangat tinggi dan bisa beranak tapi melalui perkawinan dengan babi pejantan,” jelas Yosef.

Di lokasi peternakannya kini dijadikannya sebagai contoh kandang, sehingga kalau sudah banyak peternak babi mungkin akan ada yang datang untuk belajar beternak babi.

Yosef “Saya akan terus piara ternak Babi manakalah bisa menjadi banayak maka hasi jualnyapun pasti menguntungkan” katanya. Hal ini juga mampu mendorong Masyarakat Desa Fafoe untuk ikut beternak babi. Supaya nantinya warga tidak hanya menggantungkan pendapatan dari pertanian dan ternak ayam, tetapi juga dari peternakan Babi. (Wr/Arro Bria)