Komunitas Simpang 9 Gelar Bincang Seputar Debat Publik Pertama Pilkada TTU 2020

KEFAMENANU, Obor-nusantara.Com -Komunitas Simpang 9 Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menggelar kegiatan bincang-bincang seputar Debat Sesi Pertama Pilkada TTU di aula Caffe Xpresso Jabal Mart Kefamenanu, Kamis (12/11/2020).

Kegiatan tersebut untuk mengulas kembali Program-Visi-Misi para pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU) yang telah disampaikan dalam debat.

Kegiatan bertajuk “Pembangunan TTU dalam semangat Emansipasi dan Rekonsiliasi” tersebut dipandu Mariano Sengkoen, S.Fil., M.Sos dengan menghadirkan Pemantik Akdemisi Selesius V. Kolne, S.Sos., M.AP, Marsianus Fallo, SP., M.Si, Pater Paul Wain, SVD, M.Hum, Melkianus Suni, S.IP, M.Sos (salah satu Pegiat Komunitas Simpang 9).

Bincang-bincang tersebut berlangsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Masing-masing paslon hanya diizinkan membawa Tiga Tim Pemenang atau pendukung.

Sesuai pantauan media, kegiatan bincang-bincang tersebut dimulai tepat pukul 18.00 WITA.

Masing-masing Tim Pemenang paslon Bupati dan Wakil Bupati TTU 2020 diberi kesempatan kembali mengulas dan mempertajam apa yang menjadi program kerja untuk lima tahun ke depan apabila paslonnya terpilih menjadi Kepala Daerah di wilayah tersebut.

Paslon nomor urut 1 (satu) Kristiana Muki-Yosep Tanu (Paket KITA SEHATI) melalui Tim Pemenangnya Paulinus Efi, S.H menyampaikan visinya membangun TTU jika dipercaya masyarakat, yakni mewujudkan masyarakat TTU yang sejahtera, berdaya saing, adil, profesional, demokratis, dan mandiri melalui pemberdayaan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam secara lestari.

Visi tersebut dijabarkan dalam beberapa misi membangun TTU.

Pertama, memberdayakan ekonomi kerakyatan berbasis potensi unggulan daerah yang berwawasan lingkungan hidup secara sinergis dan berkelanjutan.

Kedua, meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, merata, dan terakses.

Ketiga, meningkatkan aksebilitas melalui pembangunan dan pemerataan infrastruktur daerah.

Keempat, mewujudkan tata kepemerintahan yang baik dan bersih, dan mengembangkan kawasan strategis daerah dengan menata Kota Kefamenanu, mengembangkan kawasan pesisir, kawasan perbatasan, serta memberdayakan masyarakat desa.

“Kita akan melanjutkan program kerja dari pemerintahan saat ini karena kita ingin pembangunan itu berkelanjutan bukan menciptakan program kerja baru yang akan dikerjakan dari awal. Kita akan melanjutkan program demi mengentas kemiskinan di TTU,” ungkap Paulinus.

Sementara, calon bupati dari paslon nomor urut 2 (dua) Hendrikus Frengky Saunoah-Amandus Nahas (Paket FRESH) melalui Tim Pemenangnya Yohanes Salem, S.T menyampaikan visinya ingin mewujudkan TTU Bersinar yakni Bermartabat, Sejahtera, Inovatif, Adil, dan Responsif.

“Visi tersebut dijabarkan dalam beberapa poin misi dan beberapa program unggulan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat disetiap desa/kelurahan di TTU oleh Paket FRESH,” kata Yohanes.

Untuk mengatasi Kemiskinan yang masih menjadi masalah serius di TTU, lanjut Yohanes, salah satu kriteria kemiskinan adalah rumah (tidak layak huni). Karena itu, Paket FRESH akan memberikan bantuan perumahan bagi masyarakat miskin secara gratis dengan pola kerja tuntas dan masyarakat terima kunci.

Di bidang pemberdayaan, paket FRESH menawarkan pengembangan motif tenunan khas TTU dari tiga wilayah besar yang terus dikembangkan dan dilestarikan dengan membentuk badan usaha untuk menampung semua hasil karya dari masyarakat.

“Kita ingin daerah ini maju dan masyarakat bisa sejahtera. Kita ingin Kota ini berubah menjadi sebuah kota yang bersinar dan diminati oleh masyarakat banyak untuk datang ke Kota ini. Inilah wujud dari visi-misi paket Fresh,” ungkap Yohanes Salem.

Sedangkan calon bupati dari paslon nomor urut 3 (tiga) David Juandi-Eusebius Binsasi (Paket DESA SEJAHTERA) melalui Tim Pemenangnnya, Kristoforus Efi, S.T mengajak seluruh masyarakat TTU untuk membangun daerah ini menjadi lebih baik dan masyarakat bisa lebih sejahtera melalui tiga program unggulan, yakni membangun pertanian dan perkebunan dengan menjadikan Unimor sebagai mitra strategis.

Untuk mengatasi Kemiskinan di TTU, lanjut Kristo Efi, paket DESA SEJAHTERA juga memiliki program perumahan bagi masyarakat yang dilengkapi dengan perabot rumah tangga.

Paket Desa Sejahtera, kata Kristo, juga akan membangun sarana dan prasarana di bidang pendidikan dan kesehatan secara merata di seluruh wilayah Kabupaten TTU.

“Kami paket Desa Sejahtera mengajak seluruh masyarakat TTU untuk mempercayakan kami memimpin TTU. Kami akan membawa perubahan bagi daerah ini,” jelasnya.

Terlepas dari Ketiga orang Tim Pemenang paket masing-masing, Melkianus Suni, S.IP, M.Sos sebagai akademisi yang tampil sebagai salah satu pembicara mewakili Komunitas Simpang 9 dalam bincang-bincang tersebut, Kamis (12/11) mengatakan, kegiatan bincang-bincang ini menjadi ruang diskusi intelektual.

Menyinggung debat publik sesi pertama yang diselenggarakan KPU TTU sebelumnya, Melki memaparkan bahwa cakupan tema yang diusung cukup luas namun banyak hal belum ter-cover.

Melki menegaskan, berbicara emansipasi sebenarnya tidak sebatas berbicara tentang perempuan, tetapi juga harus bicarakan kepentingan kaum termarjinalkan misalnya penyandang disabilitas.

“Jika bicara rekonsiliasi juga tidak hanya bicara birokrasi tetapi harus juga bicara rekonsiliasi dengan alam, kultur dan adat-istiadat,” kata Dosen Muda Unimor dengan spesifikasi ilmu Sosiologi Pembangunan tersebut.

Sementara itu, Helidorus F. Anin, S.Fil., M.Phil, Ketua Komunitas Simpang 9, usai kegiatan bincang-bincang mengatakan, melalui bincang-bincang ini pihaknya membuka ruang alternatif untuk menciptakan ruang demokrasi yang baik di TTU.

“Karena debat publik sesi pertama yang diselenggarakan KPU TTU mengusung tema yang masih terbilang luas sehingga tidak dapat dielaborasi secara baik oleh paslon yang berimbas masyarakat tidak memahami secara baik apa yang disampaikan dalam debat publik itu,” bebernya.

Dirinya menambahkan, dalam politik pilkada (politik elektotal) sering tercipta polarisasi dalam masyarakat. Karena itu, Simpang 9 merasa perlu menyediakan ruang yang baik untuk mempertemukan semua pihak berbicara bersama tentang kepentingan TTU ke depan.

Sebagai informasi, bincang-bincang kedua mengenai Debat Publik putaran II akan dilaksanakan pada hari Minggu (22/11) mendatang pada pukul 18:00 WITA. (Wr/Arro Bria)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara