Selesai Dikerjakan,  Bendungan Haliwen dan Bendung Haigret Siap Digunakan Petani di Atambua

oleh

Kupang, obor-nusantara.com-Para petani di sekitar Bendungan Haliwen dan bendung Haigret di Kabupaten Belu yang selama ini menggunakan air irigasi dari dua Daerah Irigasi (DI) tersebut sudah mulai senang setelah pemerintan Pusat melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara dua (BWS-NT2) Kupang telah menyelesaikan pekerjaan rehabilitasi Kedua bendung tersebut dengan melakukan pengerukan sedimen lumpur pada tahun anggaran 2019 lalu.
Saat ini para petani di sekitarnya sudah bisa menggunakan air irigasi dari kedua bendung pada musim tanam tahun 2021 ini.
“bendungan Haliwen dan bendung haigret pada musim tanam tahun ini sudah di pakai oleh para petani, karena semua sudah selesai dikerjakan oleh kontraktor pelaksana.” Jelas Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 2 Kupang melalui Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT,) Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Nusa Tenggara II Bernadet Tea, ST. MSi saat ditemui di ruang kerjanya di kupang pada kamis, 04/12/2020.
Menurutnya, secara fungsi kedua bendung itu telah fungsional pada tahun 2019 lalu, namun tidak maksimal menyusul curah hujan pada tahun 2019 lalu sangat minim, sehingga berpengaruh terhadap pengisian bendung yang tidak maksimal.
“kalau fungsi, haliwen dan haigret itu sudah berfungsi pada tahuan 2019 lalu setelah selesai dikerjakan, cuma tidak maksimal karena airnya kurang”. Ujasnya.
Dikatakan, penyuplaian air ke lahan warga telah dilakukan dan warga sudah menggunakan air itu sebagai air irigasi untuk lahan mereka yang sudah 2 hingga 3 tahun ini tidak di kelola secara optimal akibat kerusakan pada bendung itu.
“Sudah selesai dan sudah bisa dipakai,
Kita sudah suplai air ke lahan petani disekitar bensung. “katanya.
Sebelumnya diberitakan, warga di sekitar bendung, sudah dua tahun ini petani tidak bisa berbuat banyak setelah sumber air dari bendungan haliwen dan haigret tidak bisa masuk Ke sawah karena pipa air dari bendungan haliwen tersumbat lumpur dan material lainnya dari bendungan sehingga tidak dapat digunakan petani.
Namun dengan selesainya dibangun tersebut, para petani sudah bisa menggunakan air dari kedua bendungan untuk kepentingan pertanian di daerah itu. (wr/den).