Kantongi NIK Palsu, 50 Ribu Lebih Warga Kabupaten Kupang Dieliminasi Dari Penerima Bansos Kemensos

oleh

Oelamasi,obor-nusantara.com
Carut marut data kependudukan di kabupaten Kupang berdampak pada kuota penerima bantuan sosial dari kementerian Sosial Republik Indonesia.

Terbukti dari kuota 19 ribu lebih penerima bantuan sosial tunai atau BST ditahun 2020,ditahun 2021 ini dieliminasi sekitar 3 ribu lebih,sehingga tersisa 15 ribu lebih kepala keluarga penerima BST di Kabupaten Kupang.

Bukan hanya itu,kuota penerima bantuan sembako kemensos juga dari 31 ribu lebih ditahun 2020 turun drastis tersisa 20 ribu lebih ditahun ini. 9 ribu lebih kepala keluarga tereliminasi akibat dokumen kependudukannya dinyatakan invalid atau tidak terdaftar di server kependudukan secara nasional.

Hal ini disampaikan kepala dinas sosial kabupaten Kupang,Yohanis Masneno kepada obor-nusantara.com,Rabu,17 februari 2021 diruang kerjanya saat menerima plakat penghargaan penyaluran bantuan beras terbaik dari perum bulog kanwil NTT.

“Kita Dinas Sosial maunya semua masyarakat kita masuk sebagai penerima bantuan sosial.Namun yang jadi persoalan sebagian besar data penduduk yang kita kirim dinyatakan invalid.Ini semua perlu aktivasi di dinas kependudukan kabupaten Kupang”Ujarnya.

Selain itu,Anis juga mengemukakan bahwa ada 39 ribu nomor Induk Kependudukan(NIK) tidak terbaca di dirjen dukcapil Kemendagri atau invalid untuk warga peserta BPJS yang dibiayai negara.

Hal ini terjadi akibat validasi data yang dikedepankan kementerian Sosial Republik Indonesia dengan tujuan penyaluran bantuan yang tepat sasaran kepada warga miskin di seluruh indonesia.(Kenzo)