Masalah Sengketa Lahan, Kades Sikun Enggan Bersikap 

oleh

Malaka, Obor-usantara.com- Perjalanan Pemekaran Desa Sikun dari Desa Oamane, Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Belu yang saat itu belum ada Daerah Otonom Baru (DOB) Yakni Kabupaten Malaka.

Setelah pemekaran Desa Sikun dari Desa Oanmane, masyarakat pun berinisiatif memberikan sebidang tanah untuk di pakai Pemerintah Desa Sikun dalam sementara waktu tanpa dijual belikan.

Tanah tersebut seluas 5.257M² yang di berikan atas persetujuan dan kesepakatan pemilik tanah bersama PemDes Sikun.

Berjalannya waktu mantan Kades Sikun yang keempat (Yosep seran Seko) membuat Sertifikat tanah sejak tahun 2005 tampa sepengetahuan Pemilik tanah.

Hal itu membuat Thomas Bria yang akrab di sapa Bai Thomas mengklaim karena PemDes Sikun membuat sertifikat tanah tampa komunikasi dan tidak melibatkannya saat pemilik tanah saat pembuatan sertifikat tersebut.

Di tahun 2009, tanah itu sempat bermasalah dan adu mulut antara Pemerintah Desa dan Masyarakat khususnya keluarga besar Uma tolu airae yang tidak menerima atas pembangunan Fisik di tanah tersebut.

Atas kejadian itu, maka Pemerintah Desa pun tidak melanjutkan pembanguna karena masalah antara kedua pihak tersebut belum usai.

Sejauh ini, Kepala Desa Sikun, Yeremias Nahak yang salah satu bagian dari keluarga besar Uma Tolu Airae juga belum mengambil kebijakan atas masalah tanah tersebut. Dan terus mengerjakan pembangunan gedung serbaguna diatas masalah yang belum di selesaikan oleh PemDes dan Pemilik Tanah.

Dalam Pantauan media, Sabtu (20/02/21) salah satu cucu dari keluarga besar uma tolu pemilik tanah, Yakni Yuventus Seran membenarkan, bahwa waktu itu sudah ada penolakan dari Bay Tomas atas pembuatan surat tanah dari Pemerintah Desa Sikun yang dibuat tampa sepengetahuannya kami keluarga besar, khususnya bagi Bay Tomas yang mengelola tana itu, hal itu terjadi di masa jabatan Yosep Seran Seko mantan Kades yang Keempat

“Pemerintah Desa harus mengambil kebijakan untuk menyelesaikan masalah ini, karena tanah ini milik kami bukan milik Pemdes” Tegasnya

Ketegasan Yuven pun tidak di tanggapi oleh Kades Sikun dan terus mengerjakan pembangunan gedung serbaguna di atas masalah yang belum ada titik terangnya dari tahun 2009 sampai saat ini. Bahkan Sampai pemdes juga telah menanam papan dengan tulisan Tanah ini Milik Pemerintah Kabupaten yang berlokasi di Desa Sikun.

“Kami merasa dirugikan bagi keluarga besar Uma Tolu airae” ungkap Yuventus seran

Yuven pun bersikeras menyabut papan tersebut dan mengantarnya ke rumah Kades Sikun.

Jika melihat dalam Peraturan Pemerintah, Pengganti Undang- Undang Nomor 51 Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin yang Berhak atau Kuasanya (“Perppu 51/1960”). Tambah Yuven

Perppu 51/1960 mengatur mengenai larangan memakai tanah tanpa izin yang berhak atau kuasanya yang sah. Memakai tanah tanpa izin yang berhak atau kuasanya yang sah adalah perbuatan yang dilarang dan diancam hukuman, Tutupnya.

Usai antar papan nama oleh Yuven ke kediamannya Kades Sikun, Yeremias Nahak, Sabtu (20/2/21), KaDes pun hanya mengarahkan cucu atau anaknya Yuventus Seran untuk bertemu dengan Mantan Desa Keempat yang membuat surat tersebut. Pasalnya karena kades sekarang tidak tahu apa-apa soal sertifikat tanah tersebut. (Wr/Arro Bria)