BPJN NTT Pastikan Jembatan Darurat Di Benanain Fungsi Minggu ini

oleh

Kupang, obor-nusantara.com-Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan pekerjaan jembatan darurat di sungai benanain sebagai pengganti Jembatan Benanain yang rusak diterjang banjir bandang pasca bencana Badai Siklon Tropis Seroja pada Minggu, 04/04/2021 lalu dipastikan kembali fungsional secara darurat dalam Minggu ini.
“Penanganan kerusakan Jembatan benenain secara garis besar akan dilaksanakan dalam 2 tahap. Yakni Tahap pertama adalah penanganan yang sifatnya tanggap darurat. Dan tahap kedua adalah penanganan yg bersifat permanen. Saat ini kita sedang lakukan tahap tanggap darurat dengan target jembatan bisa fungsional.”ujar Kasatker PJN Wilayah 2 NTT, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kupang Hilmer Manurung saat di hubungi media ini pada (16/04/2021).


Dikatakan, Untuk tahap pertama: Pembuatan Jembatan darurat dari kayu dan pembuatan jalan akases dikedua sisi untuk lalu lintas orang dan kendaraan roda dua.
“Pekerjaan tanggap darurat sedang berjalan dengan target penyeelsaian pada hari senin 19 april 2021.”katanya.
Hilner menjelaskan, Jembatan darurat ini Diharapkan bisa difungsikan pada hari selasa tanggal 20 april 2021 sehingga dapat mengalihkan penyeberang dari jembatan benenain yang saat ini kondisinya hampir kolaps agar tidak menbahayakn.”jelasnya.
Menurutnya, target penanganan darurat ini adalah Perbaikan darurat kerusakan jembatan antara cabang halilulik ke betun sehingga tidak memutus jalur logistik ke malaka.
Sementara untuk tahap dua adalah penanganan permanen yaitu perbaikan jembatan benenain dengan membongkar struktur bentang jembatan yang sudah rusak dan diganti dengan struktur yang baru. Baik bangunan atas maupun bawahnya. Penanganan permanen ini ditargetkan selesai sebelum akhir 2021.
“Penanganan ini adalah bentuk tanggung jawab kementerian PUPR melalui BPJN NTT bekerja sama dengan BUMN PT. Wijaya karya untuk menangani kerusakan infrastruktur pasca bencana siklon tropis seroja di provinsi NTT.
” Jadi walaupun status jembatan ini milik pemerintah Provinsi namun, Pemerintah Pusat sangat concern dan tidak ingin jalur logistik ke daerah terluar khususnya kabupaten malaka menjadi terhambat.”tutup Hilmer.
Untuk diketahui, akibat badai siklon tropis seroja yang menerjang seluruh wilayah NTT memporak-porandkan rumah warga dan fasilitas umum dan dan fasilitas sosial baik jalan maupun jembatan dan lainnya.(wr/den).