Korupsi Dana Desa Rp 2.1 Milyar, Kades Di TTU Ditahan Jaksa

oleh

Kefamenanu, obor-nusantara.com-Tim penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (TTU) menahan salah seorang Kepala Desa karena terindikasi terlibat dalam Korupsi Penggunaan Dana Desa selama beberapa tahun anggaran.

Upaya Presiden Republik Indonesia Jokowi memajukan Desa dengan menggelontorkan Dana milyaran Rupiah melalui Kementerian Desa Tertinggal untuk membangun Desa, justru di salah gunakan oleh sebagian besar Kepala Desa.
Di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) seorang Kepala Desa kembali ditahan pihak penyidik kejaksaan Negeri TTU karena terindikasi melakukan korupsi dana desa. Tak tanggung-tanggung uang yang di korupsi mencapai Rp.2.1 milyar.
Kepala Desa yang terindikasi melakukan korupsi tersebut, yaitu Kepala Desa Botof, Kecamatan Insana, berinisial PMO.
Usai menjalani pemeriksaan oleh Penyidik Sang Kades langsung ditetapkan sebagai tersangka dan pada jumat malam (07/05/2021) pukul 07:00 wita, Resmi ditahan penyidik Kejaksaan setempat .

Kepala Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara, Robert Jimy Lambila dalam konferensi pers mengungkapkan, dari hasil penyidikan pengelolaan dana Desa oleh tersangka “pmo” selama 4 tahun berjalan, ditemukan adanya penyelewengan keuangan Negara sebesar Rp. 2.1 Milyar.
Mirisnya lagi uang sebesar 1,1 milyar dari kerugian itu, ternyata dipinjam sang kepala Desa untuk keperluan pribadinya, dan belum sepeserpun dikembalikan.
Sementara ini Kepala Desa Botof yang ditahan Jumat malam (07/05/2021) oleh pihak Kejaksaan Timor Tengah Utara, sebagai tersangka tunggal. Menurut Kajari Robet, penyidik masih mengembangkan penyidikan kasus tersebut dan jika ada indikasi keterlibatan orangai lain akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.
Dijelaskan, Sejumlah bukti dokumen terkait kasus korupsi ini , termasuk bukti kwitansi pinjaman uang dana Desa oleh sang Kepala Desa telah disita pihak kejaksaan.
Dengan ditetapkannya kepala Desa Boto, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah utara sebagai tersangka menambah jumlah kepala desa yang terjerat kasus korupsi dana Desa di Kabupaten tersebut.
Sebelumnya, sudah empat Kepala Desa yang meringkuk di balik jeruji besi yakni kades Lanaus, Manamas, Manusasi dan Kades Tautpah. Sementara seorang lagi yaitu Kepala Desa Naikake B, dua pekan yang lalu juga telah menjadi tersangka, dan menunggu proses persidangan di pengadilan tipikor kupang.(penulis Yosef Prasco)