Diskusi Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak bersama Save The Children Soroti Uang Komite Siswa

oleh

Kupang,obor-nusantara.comL-embaga Swadaya Masyarakat Save the Children menggelar diskusi bersama Aliansi Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak (PKTA) NTT menyoroti soal uang komite yang dibebankan kepada siswa dilembaga pendidikan di NTT.

Kamis,(10/6) Di Neo Aston Kota Kupang,Ketua Presidium PKTA Provinsi Nusa tenggara Timur,Beni Leu mengatakan PKTA sebagai  wadah perjuangan bersama untuk menekan angka kekerasan terhadap anak di provinsi NTT telah melaksanakan berbagai agenda bersama.

Agenda-agenda tersebut baik yang dilaksanakan secara bersama-sama maupun oleh tim yang dibentuk oleh Aliansi sendiri.Kerja-kerja Aliansi tersebut perlu diinformasikan terutama berbagai kasus kekerasan terhadap anak yang marak terjadi akhir-akhir ini.

Persiapan pelajaran secara Tatap Muka serta Persiapan Sekolah dalam kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2021/2022 juga harus menjadi perhatian bersama agar anak tidak dikorbankan oleh kesalahan interpretasi terhadap berbagai kebijakan yang telah ada.

Berkenaan dengan berbagai hal tersebut, Aliansi PKTA NTT berencana melakukan rapat koordinasi mengupdate berbagai agenda yang telah dikerjakan serta merencanakan agenda berikutnya serta mensikapi berbagai kasus kekerasan terhadap anak yang terus terjadi akhir-ahir ini serta menyusun rekomendasi penanganannya.

Ada 7 rekomendasi yang dihasilkan dari diskusi lintas sektor terkait penghapusan kekerasan terhadap anak di propinsi NTT.

Diantaranya mendukung  kebijakan Pembelajaran Tatap Muka bagi Sekolah-sekolah yang sudah memenuhi  kriteria Pembelajaran Tatap Muka sesuai dengan Keputusan Bersama meneteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam negeri tentang  panduan penyelenggaranaan pembelajaran di masa pandemi COVID 19.

Mendorong para pihak (Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Pemerintah  Desa,  Tenaga Ahli dan Fasilitator Dana Desa) untuk mengalokasikan Dana Desa bagi pemenuhan hak anak pada sektor pendidikan Dasar dan PAUD serta kesehatan dan Perlindungan Anak.

Juga mendukung Aliansi PKTA Nasional untuk mengadvokasi DPR Republik Indonesia  untuk segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) menjadi UU

Serta mendukung Aliansi PKTA Nasional untuk mengadvokasi Kemeterian Kominfo untuk segera  Menghapus Situs pornografi dan Game Online pada akun media sosial

Selain itu PKTA NTT mendorong Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk  merevitaliasi peran Dewan Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota serta  Komite Sekolah

Mendorong Pihak Sekolah dan Komite Sekolah untuk melakukan analisis Rencana Anggaran  Pendapatan dan Belanja  Sekolah sebelum menetapkan besaran uang Komite Sekolah yang tidak memberatkan orang tua siswa.

Mendorong Aparat Penegak Hukum  untuk lebih peka dan berkomitmen dalam upaya perlindungan Anak (Menindak pelaku dan memberi perlindungan bagi ABH)

Pihaknya juga mengajak Lembaga Keagamaan untuk melakukan sosialisasi tentang pola pengasuhan positif.

Peserta pada kegiatan diskusi tersebut,Perkumpulan Bengkel APPeK NTT,Child Fund Internasional (CFI),Institute of Resource Governance and Social Change (IRGSC NTT),Jaringan Peduli Anak bangsa (JPAB),Keuskupan Agung Kupang (KAK) Komisi Anak & Remaja,Lembaga Pengembangan Masyarakat Madani (LPMM),Lembaga Perlindungan Anak  NTT,LBH APIK NTT,Majelis Sinode GMIT,Majelis Ulama Indonesia   NTT,Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia NTT,Pemuda katolik,Perkumpulan Relawan CIS Timor,Rumah Perempuan Kupang dan beberapa Pimpinan Media Di NTT.(kenzo)