Sering Gagal Panen, Pemerintah Tindak Tegas PPL Yang Suka Tinggalkan Tugas Di Desa

oleh

Kupang, obor-nusantara.com, Pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menindak Tegas setiap Petugas Penyuluh Pertanian lapangan (PPL) yang disinyalir suka meninggalkan tugas di Desa tanpa alasan yang jelas. Tindakan tegas yang dapat diberikan adalah sanksi administrasi hingga Mutasi Tugas ke Daerah Lain.

“Kita memang sudah berikan teguran keras bagi para penyuluh yang suka meninggalkan tugas di Desa jika ada laporan dari Masyarakat terkait PPL yang selalu tidak berada di Desa.” Jelas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, P. Siallagan saat di temui Wartawan di ruang kerjanya di Kawasan pusat perkantoran Oelamasi pada Rabu, 30/06/2021.
Menurutnya, dari hasil laporan yang diterima saat ku kunjungan ke ke Desa pada beberapa waktu lalu ditemukan adanya laporan warga terkait PPL yang selalu meninggalkan tugas di Desa saat dibutuhkan masyarakat.
“Dari laporan warga ke kita saat ada kunjungan kerja seperti di Amfoang memang ada PPL yang suka tinggalkan tugas dan laporan itu sudah kita tindaklanjuti ke petugas yang bersangkutan bahkan sudah ada teguran sehingga kalau masih bandel maka bisa diberikan sanksi tegas.'” ujarnya.
Diakuinya, memang saat ini jumlah tenaga PPL di Kabupaten Kupang sangat minim jika dibandingkan dengan jumlah Desa dan.lahan yang ada di Kabupaten Kupang.
“Kita memang harus jujur bahwa Tenga PPL di Kabupaten Kupang ini masih sangat minim kalau dibandingkan dengan jumlah desa yang ada, hal ini tentu menjadi kendala besar bagi Dinas dalam memantau dan menugaskan mereka ke lapangan.” Katanya.
Meski demikian menurut Siallagan, pihaknya tidak dapat melindungi staf khususnya PPL yang memang dengn sengaja meninggalkan tugas terutama pada saat musim tanam.
“Sanksi itu sudah jelas dan diatur jadi kalau tidak laksanakan tugas tentu diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.”papar Siallagan.
Sementara terkait persoalan pupuk yang masih menjadi salah satu persoalan bagi petani di Wilayah Kabupaten Kupang menurut P. Siallagan, pihaknya tengah mencari solusi untuk menangani masalah pupuk.
“Masalah pupuk sebenarnya tidak ada hanya saja Maslah distribusi di tingkat kelompok sehingga banyak yang kurang mendapat pupuk sesuai lahan.”beber Siallagan.
Meski demikian pihaknya berjanji segera melakukan penataan sistem distribusi pupuk sehingga pada musim tanam ke dua tahun ini tidak terjadi masalah di lapangan.(*).