Kontraktor Pakai Alasan Seroja, Proyek Pengendalian Banjir Sungai Malibaka-Haekesak dan Turiskain Minus

oleh

Kupang, obor-nusantara.com-Pekerjaan proyek Pengendalian Sungai Malibaka-Haekesak dan Malibaka Oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara Dua (BWS-NT2) di Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga bulan Juli 2021 ini Fisiknya baru berada kisaran 19, 9 persen dari rencana yang ada. Pada hal kontrak pekerjaan kedua proyek bernilai puluhan milyar itu telah ditandatangani oleh Kontraktor Pelaksana pada 13 Maret 2021 atau sebelum satu bulan Terjadinya Badai Seroja di NTT (05/04/2021).
“Alasan kontraktor itu pekerjaan awal yang sudah dilakukan seperti alitrase alur sungai yang sudah dikerjakan hilang terbawa banjir saat hujan badai yang terjadi pada awal bulan April 2021 lalu, sementara proyek belum satu bulan dikontrak.”ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Pantai (Supan) satu Edixon Nufninu, ST,.M.Si saat dihubungi medi ini pada Jumat, 09/2021.
Menurutnya, pihaknya sangat kesulitan untuk berkoordinasi dengan kedua Kontraktor Pelaksana yang mengerjakan Proyek pekerjaan Pengendalian Banjir Sungai Malibaka-Haekesak dan Turiskain sehingga pekerjaan Minus.
“Kontraktornya dari luar NTT sehingga kita sangat sulit untuk berkoordinasi dengan mereka di lapangan jika ada hal yang perlu dibicarakan.’katanya.
Dijelaskan, Proyek Pengendalian Sungai Malibaka-Haekesak dan Turiskain itu terkontrak pada tanggal 13 Maret 2021 dengan masa pelaksanaan hingga akhir Desember 2021.
“Proyek itu terkontrak pada 13 maret dan selang beberapa Minggu kemudian atau pada tanggal 05/04/2021 langsung terjadi bencana seroja. Bencana itu memang cukup mengganggu aktivitas di lapangan tetapi hal itu tidak bisa jadi alasan bagi kontraktor untuk tidak beraktivitas setelah badai berlalu.”jelasnya.
Dikatakan, Proyek Pembanguan sarana dan prasarana pengendalian banjir sungai Malibaka-Haekesak dikerjakan oleh PT. Kurnia Mulia Mandiri KSO dengan PT. Win Alam Abadi dengan nilai Kontrak Rp. 19.433.008.002.15 Berada di Desa Tone, Kecamatan Reihart.
Sementara untuk Paket pembanguan sarana dan prasarana Pengendalian banjir Sungai Malibaka ruas Turiskain-Tonabibie Senilai Rp. 48.589.720.000. dikerjakan oleh PT. Putra Mayapada KSO PT. Barata Teknika Sejahtera.
“Ini perusahaan dari luar NTT semua jadinya kita pusing semua”.katanya singkat.
Meski demikian Dirinya berharap agar, Kedua Kontraktor dapat memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk menyelesaikan seluruh item.pekerjaan sesuai dengan jadwal kontrak yang ada, mengingat seluruhnya berada dalam alur sungai dan bisa terganggu jika musim hujan kembali tiba.
Sementara itu Kedua Kontraktor Pelaksana tidak dapat dikonfirmasi media Karen kantor perusahaan berada di luar NTT.(wr/red).