Berkas Dinyatakan P21, Tersangka Tinus Terancam Hukuman Mati atau Kebiri

oleh

Babau, obor-nusantara.com.Kasus Pemerkosaan yang disertai pembunuhan oleh tersangka Tinus yang menghebohkan publik pada Mei 2021 lalu, saat polisi mengungkap pelaku pemerkosaan dan pembunuhan Yuliani Apriani Welkis alias Nani (19), gadis asal Desa Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang,Hingga saat ini, berkas perkara baru  dinyatakan lengkap atau P21.

“Berkasnya sudah lengkap atau P21. Kita segera limpahkan untuk disidangkan. Dengan dua laporan polisi ini, Harapannya tersangka mendapatkan hukuman maksimal atau hukuman mati bahkan kalau bisa hukuman kebiri,” tegas Kapolres Kupang AKBP Aldinan RJH Manurung, Jumat (3/9/2021).

Dari hasil pengembangan penyidik,tersangka Tinus juga membunuh Marsela Bahas alias Sela (18) siswi SMA asal Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Sela dibunuh di Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, pada Kamis (25/2/2021).

Dijelaskan Aldinan,Polisi mengkontruksikan pasal-pasal yang dikenakan agar ada sanksi terberat bagi Tinus.Oleh karena itu penyidik berkoordinasi dengan kejaksaan agar kekurangan dalam berkas perkara segera diselesaikan.

“DNA  identik, hasil tes kejiwaan juga menyatakan Tinus sehat,” tandas Kapolres Kupang.

Untuk itu, pihaknya memperkuat dengan menggelar reka ulang dengan pihak kejaksaan di lokasi kejadian minggu depan.

Tinus (42), tersangka pemerkosaan dan pembunuhan dua orang gadis di Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT juga telah menjalani observasi kejiwaan.

Makanya, Tinus diinapkan sementara di rumah sakit jiwa Naimata, Kota Kupang,sesuai permintaan kejaksaan saat rekonstruksi pada mei lalu.

Sejauh ini, kepolisian terus berkordinasi dengan dokter jiwa dan observasi pun sudah dilakukan.

“Hasil observasi menunjukkan Tinus normal,” tandas Aldinan.

Sebelumnya, AKBP Aldinan Manurung menegaskan, tes kejiwaan memang harus dilakukan untuk melengkapi berkas perkara, bukan untuk mengurangi hukuman bagi tersangka.

Dirinya mengajak masyarakat sama-sama mengawasi hingga putusan di pengadilan. Penyidik Polres Kupang sudah melimpahkan berkas pembunuhan yang dilakukan Tinus namun masih ada petunjuk jaksa yang harus dipenuhi.

Selain melengkapi berkas tersebut, pihaknya juga merencanakan rekonstruksi ulang dengan melibatkan jaksa supaya melihat langsung adegan-adegan,memperjelas perbuatan yang dilakukan tersangka. Meskipun kepolisian sudah melakukan rekonstruksi pada Jumat (28/5/20210 lalu.

“Kita akan rekon ulang untuk dua laporan polisi dengan melibatkan jaksa,” tambah AKBP Aldinan RJH Manurung.

Tinus melancarkan aksinya dibulan Februari dan Mei 2021 dengan modus yang sama di lokasi yang berbeda namun dalam wilayah hukum Polsek Kupang Barat.

“Ada dua orang korban dengan usia belasan tahun. Pelaku selalu membawa pisau dan menggunakan cara yang sama mengancam korban, memperkosa, membunuh dan meninggalkan korban,” tandas Kapolres Kupang.

Modus yang sama juga dilakukan tersangka terhadap para korban yakni berkomunikasi dengan para korban melalui media sosial facebook.
Tersangka juga berusaha mengaburkan dan menguburkan tindak pidana yang dilakukan dengan membuat status dan komentar di facebook.

Dari hasil pemeriksaan juga diketahui kalau tersangka memiliki prilaku menyimpang sehingga dengan mudah membunuh korban yang menolak melakukan hubungan badan.

Oleh karena itu Polisi menjerat tersangka Tinus dengan pasal 338 sub pasal 340 sub pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman mati.(Kenzo)