Pemkab  Kupang Mou Dengan HFHI dan WVI Bangun 97 Rumah Dan Renovasi 20 Rumah Korban Seroja

oleh

Oelamasi,obor-nusantara.com-Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia (Habitat For Humanity Indonesia – HFHI) berkolaborasi dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) hadir di Nusa Tenggara Timur untuk respons pemulihan pasca badai seroja pada april 2021 lalu.

Kedua lembaga ini berkomitmen bersama pemerintah dan masyarakat setempat melaksanakan program pengembangan hunian sebagai upaya pemulihan bagi masyarakat NTT yang terdampak badai seroja.

Untuk Kabupaten Kupang akan dibangun 97 unit rumah dan akan direnovasi 20 unit rumah, teruntuk keluarga yang kehilangan rumah akibat bencana seroja di 3 lokasi berbeda yaitu Naibonat, Oesao dan Takari.

Kegiatan ground breaking program pengembangan hunian penyintas siklon seroja di kabupaten Kupang ini,digelar selasa,14 september 2021 di Kelurahan Naibonat Kecamatan Kupang Timur tepatnya di RT 02/RW 01.

Bupati Kupang Korinus Masneno sangat mengapresiasi kerja HFHI dan WVI.

Dirinya menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan kecintaan kedua lembaga ini, untuk daerah kabupaten kupang khususnya masyarakat yang kehilangan rumah akibat badai seroja di Kelurahan Naibonat, Oesao dan Takari.

“Atasnama pemerintah daerah,kami bersyukur atas kasih Tuhan lewat kedua lembaga tersebut, dengan kesiapannya membangun rumah layak huni serta merenovasi rumah yang dianggap tidak layak. Tidak ada hidup yang mudah dalam sebuah perjalanan”tutur Korinus.

Badai seroja memang telah berlalu namun dampaknya masih terasa hingga saat ini.Oleh karena itu masneno menyatakan semampunya mengerahkan seluruh perhatian dan tenaga, memberikan yang terbaik buat rakyatnya, berapapun nilainya, apapun hasilnya,  tetap bijak lakukan yang terbaik.

“Meskipun ada kritikan, terpenting hidup ini selalu jadi berkat bagi sesama, keteladanan kepemimpinan patut dijaga “ungkap Masneno”.

Sementara National Director HFHI, Susanto secara virtual  menyampaikan bahwa HFHI terus menerus menggalang dana, bekerjasama dengan WVI, bergerak untuk perubahan dalam upaya pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Semua pihak terkait diharapkan Susanto terus berkolaborasi, gotong royong menata kehidupan Kabupaten Kupang.

Acara yang ditandai dengan penandatanganan MOU dan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan rumah oleh Bupati Kupang,dihiasi kisah haru dari penyintas seroja, Ori Neno.

Neno mengisahkan kembali kejadian saat badai seroja terjadi dan menghancurkan rumah tinggalnya.Kehadiran HFHI dan WVI disyukurinya sangat membantu dalam memberikan hunian yang layak untuk ditempati.

Neno pun menyampaikan Terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang sudah memberikan perhatian kepada masyarakat terdampak.Serta kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan,berapapun nilainya.

Bagi Ori Neno segala bantuan adalah wujud kasih Tuhan yang memberikan harapan kepada warga korban seroja untuk tetap kuat, berpikir sehat demi keberlangsungan hidup kedepan.

Turut mendampingi Bupati Kupang Korinus Masneno,Kadis Sosial Kab.kupang, Anis Masneno, Kepala BPBD Kab.Kpg, Paulus Ati, Kabag Prokopim, Martha Ede, Kepala RSKK Beni Selan, Camat Kupang Timur, Tokoh masyarakat dan Tokoh agama.(Kenzo)