Rusak Biota Laut Pakai Bom Ikan, Polisi Amankan 11 Orang Pelaku Pengeboman Ikan Di Labuan Bajo

oleh

Labuan Bajo, obor-nusantara.com-Akibat merusak biota laut di Wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebelas orang pelaku pengeboman ikan ditangkap aparat Kepolisian dari Direktorat Polair Polda NTT yang biasa beroperasiĀ  di perairanĀ  laut labuan Bajo.

Seperti yang disampaikan Dalam keterangan pers di Labuan Bajo pada Sabtu (25/9/2021) siang, Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol Nyoman Budiarja, S.I.K., M.Si. melalui Ipda Suherman selaku Panit Sidik Subdit Gakum Dit Polairud Polda NTT menerangkan, pihaknya berhasil amankan satu unit kapal beserta pelaku pemboman ikan.

“Kami melakukan penangkapan kapal nelayan yang memuat bahan baku peledak atau pemboman ikan di wilayah perairan bagian selatan pulau komodo, Manggarai Barat,” ujar Ipda Suherman dihadapan awak media.

Dikatakan, pada kamis (23/9/2021) sekitar pukul 09.30 Wita, kapal patroli Dit Polairud Polda NTT memeriksa dan mengamankan satu unit kapal yang dicurigai sering melakukan penangkapan ikan, dengan menggunakan bahan peledak di wilayah perairan kabupaten Sabu Raijua maupun perairan di Pulau Sumba, NTT.

Kapal tersebut menurut Suherman, awalnya berusaha kabur setelah menyadari kedatangan kapal Patroli Polairud. Saat itu awak kapal berusaha membuang barang bukti ke laut, namun karena didesak pengejaran kapal patroli berhasil menghentikan dan memeriksa semua awak kapal.

“Dari hasil pemeriksaan di kapal terdapat beberapa barang bukti seperti pupuk yang sudah diolah sedemikian rupa untuk dijadikan bahan peledak untuk pengeboman ikan. Terkait data-data kapal yang di amankan nama kapal Nirma Sayang, ukuran GT 13, asal kapal dari kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Provinsi NTB,” terangnya lanjut

Kapal berangkat dari Sape Kabupaten Bima dengan tujuan perairan wilayah NTT, dengan jumlah awak kapal 11 orang. Saat ini yang di tetapkan menjadi tersangka baru satu orang, yakni HJ (43) selaku Nahkoda kapal juga berprofesi sebagai nelayan.

Adapun kesebelas awak kapal berasal dari desa Bajo Pulo, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, NTB. Barang bukti yang berhasil diamankan saat ini diantaranya, satu unit kapal berwarna abu-abu bertuliskan Nirma Sayang, dua buah jerigen berisikan bahan baku peledak/bom ikan yang siap dirakit, dua unit kompresor sebagai alat bantu menyelam, satu rol kabel berwarna pink untuk merakit bahan peledak, dua buah tropong, satu buah senter selam, satu plastik kapas, 6 buah regulator yang akan dihubungkan dengan kompresor serta 7 buah kacamata selam.

Pelaku diduga melanggar pasal 1 ayat 1 undang-undang no 12 tahun 1951 tentang senjata api dan bahan peledak. Dari hasil pemeriksaan di TKP setelah meyakini barang-barang tersebut merupakan bahan baku pembuatan bom ikan, selanjutnya barang bukti dan pelaku diamankan oleh anggota Polairud untuk diarahkan ke Labuan Bajo untuk diperiksa lebih lanjut.

“Saat ini satu orang selaku nahkoda ditetapkan sebagai tersangka, sementara lainnya masih dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut. Terdapat 8 orang awak kapal yang masih dibawah umur,” ujarnya.

Adapun peran tersangka HJ, dikarenakan dirinyalah yang membeli bahan baku untuk membuat bahan peledak, kemudian mengolah bahan tersebut, selanjutnya merakit bahan hingga dijadikan bom ikan. Dalam sepuluh tahun terakhir tersangka sudah melakukan aktivitas pemboman ikan di perairan NTT.(wr/sumber victorynews.com).