Aneh , Ada Proyek Jalan Propinsi Dari Dana DAK Tahun 2020 Di Mabar Masih Dikerjakan

oleh

Labuan Bajo, obor-nusantara.com-Penanganan jalan Provinsi melalui Dana Alokasi Khusus Provinsi NTT tahun Anggaran 2020 di ruas jalan Simpang Pede, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat hingga Simpang Cancar, Kabupaten Manggarai yang Melintasi sejumlah Kecamatan yakni Kecamatan Nao Macan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat hingga Wilayah Golowelu sampai Desa Coal, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, hingga kini masih dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana.

 

Pekerjaan proyek jalan sepanjang puluhan kilo meter ini dikerjakan sejak Tahun 2020 melalui Dana Luncuran DAK Provinsi NTT dengan Nilai puluhan milyar Rupiah (Rp.46 Milyar data warga) dengan melibatkan 2 Kontraktor Besar, namun khusus untuk segmen tiga di Desa Coal Kecamatan Kuwus ternyata belum selesai pekerjaannya.

Dari total panjang jalan efektif yang harus ditangani yakni 8.5 kilo meter deng hotmix baru sekitar 6 kilo meter yang terhotmix.
Sementara 2.5 kilo meter lainnya masih dalam proses penanganan oleh kontraktor pelaksana dengan penyiapan aspal dan lainnya.


Di ruas itu kini tengah ditangani oleh dua Perusahaan tanpa PAPAN Informasi proyek yang dipasang di lokasi baik dari simpang Pede hingga Desa Coal atau di Segmen tiga.
Dari hasil pantauan media ini di lokasi proyek, tidak ada aktivitas buruh di lapangan khususnya untuk pekerjaan pasangan dan lainnya.
Sejumlah pekerjaan pasangan batu termasuk pekerjaan deker masih dibiarkan terbuka dan sudah mulai ditutupi rumput. Bahkan tembok penahan yang sudah dikerjakan mulai longsor dan runtuh ke badan jalan.


Sedangkan lapisan agregat A yang sudah disiram aspal curah mulai rusak akibat tidak dilapisi aspal butas.
Salah seorang warga Desa Coal, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat Rony saat ditemui pada Jumat, 24/09/2021 sangat kecewa dengan kondisi jalan yang dikerjakan tidak kunjung habis itu.
Menurutnya, proyek yang melintasi desa mereka itu dikerjakan sejak tahun 2020 lalu namun hingga kini belum selesai bahkan kontraktornya masih bekerja.
“Itu proyek sudah berulang tahun dan tidak tau sampai kapan selesai, kami memang senang karena jalan ini sudah ditangani pemerintah Provinsi tetapi kenapa sampai sekarang belum selesai.”ungkap Rony.
Bahkan menurut Rony ada satu Segmen di Desa Loha, Kecamatan Macan Pacar meski baru dikerjakan tahun 2021 tapi sudah hampir selesai. Sementara yang dikerjakan dari tahun 2020 belum selesai.


“Yang baru dikerjakan tahun 2021 saja sudah mau selesai masa yang tahun 2020 belum, ini sistem kerja apa yang di pakai.”katanya.
Sementara itu, dari informasi yang berhasil diperoleh media ini di Dinas PU-PR Provinsi NTT menyebutkan bahwa, kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut dikenakan DENDA keterlambatan hingga proyek itu selesai 100 persen.
“Kita kasi denda kontraktor hingga pekerjaan selesai 100 persen, mau kerja sampai kapan.” Ujar sumber itu.
Menurut sumber tersebut, hingga kini Kontraktor Masih terus bekerja dan dari data yang diperoleh kontraktor sedang menyiapkan pekerjaan pengaspalan.
“Mereka terus bekerja siang dan malam untuk pekerjaan aspal”, katanya.(wr/red).