Berhasil Tanam 535 Ha, Mentan RI Panen Jagung TJPS Di Kabupaten Kupang

oleh

Kupang,obor-nusantara.com-Dilaporkan Bupati Kupang bahwa program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) di Kabupaten Kupang untuk musim tanam April-September 2021, berhasil ditanam 535 hektar.

Kepada Menteri,Korinus Masneno menuturkan, inilah rakyat kami, kami milik bapak Menteri, berdayakan kami hari ini dan esok, niscaya ada berkat di setiap harapan dan terpenting ada niat.

Penguatan moral apa yang diucapkan Bapak Menteri Pertanian merupakan dorongan moral untuk kami bangkit.

“Soal bantuan peralatan,bibit dan sebagainya,kami sampaikan terima kasih. Suara bapak Menteri sebagai motivasi untuk kami bangkit”Ujar Bupati Kupang Korinus Masneno di desa Baumata kecamatan Taebenu,minggu,17/10/2021.

Hal ini disampaikan Bupati Kupang Korinus Masneno saat mendampingi Menteri Pertanian RI, Dr.H.Syahrul Yasin Limpo,SH, M.Si,MH saat Panen Jagung TJPS Musim Tanam II Tahun 2021 Di Taebenu Kabupaten Kupang.

Dalam sekapur sirihnya Masneno mengucap syukur atas kehadiran Menteri Pertanian di Kabupaten Kupang.

Kebaikan dan ketulusan Mentan RI untuk bertemu langsung petani dan peternak, diakui Bupati Korinus sebagai bukti cinta bapak Menteri untuk daerah ini dan pastinya direstui oleh sang Pencipta.

Ia meminta masyarakatnya untuk persiapkan diri menanam terutama tanam jagung. Sebab jagung merupakan komoditas tanaman pangan yang memiliki peranan penting dan strategis dalam perekonomian dan sumber pendapatan masyarakat.

Mengingat jagung tidak hanya digunakan sebagai bahan pangan tetapi juga digunakan sebagai pakan ternak.

Ungkapan Bupati Kupang, mendapat pujian dari Mentan RI asal Makasar tersebut.

Mentan katakan kehadirannya disini untuk melihat hasil kerja Bupati dan masyarakatnya.Seperti apa pertanian disini, harus mampu jadi pertanian hebat dan percontohan bagi daerah lainnya di NTT.

“Kalau mau kaya atau tidak miskin yaitu bertani,”kata Menteri”.

Sebagai motivasi kepada petani, Mentan berikan ilustrasi bahwa bila 1 hektar jagung menghasilkan 6 atau 7 ton, dengan harga 4 ribu/kilo maka menghasilkan 24 juta.

Dari 24 juta tersebut ada biaya bibit,pupuk,obat-obatan paling 8 jutaan. Dari 24 jt kurang 8 jutaan, lumayanlah masih dapatkan keuntungan 16 jutaan dalam 100 hari.

“Karena itu, setelah panen segeranya menanam lagi. Harus 2 sampai 3 kali panen dalam 6 bulan kedepan, tinggal konsepnya diatur dengan libatkan semua yang berkompeten. Sombong sekali petani yang tak mau tanam 3 kali,”tuturnya dengan mengutip ucapan Bupati Kupang bahwa yang penting ada niat.

Lanjutnya, jika Bupati temui masalah, laporkan saja kepada dirinya. Mentan juga menyinggung soal potensi lainnya seperti usaha ternak ayam dan bebek yang perlu dikembangkan untuk dapat diekspor nantinya.

Selain itu disekitar lahan panen jagung seluas 88 hektar dilahan petani Baumata tersebut, Mentan inginkan ada tanaman kelapa.

Dirinya memerintahkan Dirjen yang berwewenang untuk bantu 2000 anakan kelapa serta pelatihan-pelatihan untuk para kelompok tani.

Menutup arahannya, beliau percayai bahwa atas restu sang Pencipta, hujan pun turun. Hujan yang datang hari ini, menandakan kupang memang hebat.

Acara ini ditandai dengan penyerahan bantuan sarana pasca panen tanaman pangan yang diterima Kadis Pertanian Prov.NTT, benih padi serta penyerahan bantuan kepada unit pengelola jasa alsistan (UPJA) dari Mentan RI, didampingi Bupati Kupang serta Para Pejabat Eselon I dan II Kementerian Pertanian RI.(hms/kenzo)