Jembatan Termanu Mulai Dibangun, Fisik Sudah 63 Persen

oleh

Amfoang, obor-nusantara.com-Setelah mengalami rusak berat akibat badai seroja pada awal bulan April 2021 lalu, Jembatan teremanu di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur akhirnya dibangun Pemerintah Pusat. Hingga akhir Bulan Oktober 2021 ini Fisik Jembatan sudah mencapai 63 persen dengan target selesai pada akhir tahun ini.
Jembatan termanu yang menghubungkan wilayah Fatuleu dengan Amfoang di Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) itu rusak diterjang banjir bandang akibat badai seroja yang terjadi pada awal bulan april 2021 lalu, kini tengah di kerjakan oleh Pemerintah Pusat.
Penanganan jembatan termanu melalui dana pasca bencana itu telah dilakukan sejak bulan Agustus lalu dan kini dalam tahap pekerjaan fisik.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kupang, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Oepoli dan Poros, Frengky Simarmora saat dihubungi media pada Senin, (01/11/2021) mengatakan, proses pekerjaan fisik jembatan termanu tengah berlangsung dengan dana Bencana Alam yang hingga kini belum ada uangnya.
“itu proyek bencana alam sehingga belum ada uangnya tetapi kontraktor dalam hal ini PT. Waskita Karya (Persero) tetap bekerja karena ditunjuk langsung dari Pusat untuk tangani bencana di Kabupaten Kupang”. Katanya.
Menurutnya, total anggaran yang digunakan untuk membangun jembatan tersebut berkisar Rp 29 milyar yang bersumber dari dana Bencana Pusat.
“total dananya sekitar Rp 29 milyar tetapi semua habis kerja baru bisa dibayar oleh Pemerintah Pusat.”ujar Frengky.
Dijelaskan, sebagai jembatan yang menghubungkan dua wilayah besar di Kabupaten Kupang yakni Wilayah Amfoang 4 Kecamatan dan wilayah Fatuleu 4 Kecamatan sangat dirasakan dampak kerusakan sehingga untuk tidak mengganggu arus transportasi dari dan ke wilayah itu, pihaknya telah meminta Kontraktor untuk menyediakan jalur alternatif baik untuk barang dan jasa maupun bagi masyarakat.


“sebagai jalur utama kita sudah minta agar kontraktor siapkan jalur alternatif di lokasi agar kegiatan masyarakat tidak terganggu disaat musim hujan nanti.”jelas Frengky.
Jembatan dengan total panjang sekitar 91 meter itu memiliki 3 bentang dengan pajang masing-masing bentangan pertama 6 meter, bentangan ke dua 40 meter dan bentangan ke 3 45 meter. Selain itu juga terdapat jalan penghubung 6 meter yang akan dibangun di lokasi tersebut.(wr/red)