Adendum Kontrak, Jalan Akses Obsevatorium Rampung Bulan Desember

oleh

Kupang, obor-nusantara.com-Proyek Pekerjaan pembangunan jalan akses ke Obsevatorium di Gunung Timau Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) direncanakan baru bisa selesai pada bulan Desember 2021 mendatang setelah dilakukan Adendum (Perubahan) Kontrak menyusul adanya tambahan sejumlah item pekerjaan di akses utama menuju lokasi tersebut.


“ada tambahan item pekerjaan seperti jalan utama dari cabang Takari yang rusak diterjang banjir badang pada bulan April lalu dan jalan dalam lokasi Obsevatorium dengan total panjang sekitar 890 meter.”ujar Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kupang melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Oepoli dan Poros, Frengky Simarmora saat di temui di Kupang pada Rabu, (03/11/2021).
Menurutnya, untuk melanjutkan kontrak yang lama, Pihaknya telah mengajukan adendum kontrak kepada Kementerian PUPR dan kini tengah menunggu persetujuan.
“adendum kontrak sudah kita ajukan ke Pusat dan tinggal tunggu persetujuan”.katanya.
Adendum yang diusulkan lanjut Frengky, meliputi waktu pelaksanaanm, panjang jalan yang dikerjakan termasuk jumlah nilai Kontrak.


“dengan adendum yang kita usulkan ke Pusat maka akan berpengaruh ke Nilai Kontrak dan pajang jalan”. Jelas Frengky.
Sebelumnya pada kontrak awal yang telah ditanda tangani, pajang jalan yang harus ditangani sekitar 15 kilo meter lebih dengan nilai kontrak Rp 57 milyar lebih dengan waktu pelaksanaan 300 hari kalender.
“kontrak awal kita pada tanggal 01 Januari itu berakhir bulan nopember ini tetapi ada adendum makanya kita tambah waktu hingga Bulan Desember nanti.”papar Frengky.
Saat ini menurut Frengky, Kontraktor Pelaksana yakni PT. Hutama Mitra Nusantara telah menyelesaikan pekerjaan Pengaspalan sepanjang 15 kilo meter dengan realisasi fisik hingga akhir Oktober mencapai 95 persen.
“untuk kontrak awal fisiknya saat ini sudah mencapai 95 persen tinggal perapian saja tetapi ada rencana fasilitas obsevatorium tiba di bulan november maka kita untuk sementara pekerjaan urukan pilihan (urpil) dulu sambil menunggu kepastian dana adendum..”tutup Frengky.(wr/red).