Dua Ribu Lebih Tenaga Kontrak Daerah Pemkab Kupang Diakomodir Sebagai Peserta BPJAMSOSTEK

oleh

Oelamasi,obor-nusantara.com-Mewakili Bupati Kupang Korinus Masneno,Sekretarias Daerah Obet Laha menyampaikan bahwa terhitung kerjasama yang dilakukan sejak tahun 2017 sebanyak 2.912 tenaga kontrak daerah Kabupaten Kupang, telah diakomodir sebagai peserta dan diberikan perlindungan berupa jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian dari BPJamsostek.

“Artinya bahwa dengan jumlah peserta tersebut, maka Pemkab Kupang memiliki kewajiban untuk mengalokasikan iuran peserta bagi tenaga kontrak daerah tersebut, setidaknya sebesar 367 juta lebih dalam APBD pada setiap tahun anggaran”Ungkap Obet Laha Kamis, 4/11/2021 di Kantor Bupati Kupang dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terkait penyelenggaraan program BPJAMSOSTEK dan tindaklanjut Instruksi Presiden No 2 Tahun 2021dan PERMENDAGRI 27 Tahun 2021 di Kabupaten Kupang.

Atasnama Pemerintah Kabupaten Kupang,Obet Laha menyampaikan terima kasih kepada BPJamsostek perwakilan NTT yang telah mengagendakan kegiatan tersebut dalam rangka mengevaluasi kerjasama dan kemitraan antara Pemkab Kupang dan BPJamsostek dalam menyelenggarakan program jaminan sosial bagi tenaga kerja di Kabupaten Kupang.

Ia mengakui bahwa FGD saat ini berfokus pada diskusi tentang kesiapan APBD Kab.Kupang dalam melanjutkan kerjasama dengan BPJamsostek di tahun 2022, serta rencana perluasan kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan di daerah, sebagaimana instruksi Presiden RI No 2 Tahun 2021 tentang optimalisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Untuk itu dirinya mengharapkan,FGD ini dapat dipaparkan secara rinci jumlah tenaga kerja Kabupaten Kupang, baik penerima upah maupun bukan penerima upah yang telah dilindungi maupun belum terlindungi, serta simulasi perhitungan anggaran bulanan maupun tahunan yang perlu dialokasikan, untuk mengoptimalkan kepesertaan tenaga kerja kita dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Sementara 160 desa di Kab.Kupang dengan jumlah aparat desa yang mencapai kurang lebih 1.600 org, hanya 2 desa yakni desa Bolok dan desa Penfui Timur yang telah mendaftarkan perangkat desanya sebagai peserta BPJamsostek, dengan jumlah peserta sebanyak 17 orang.

Hal tersebut perlu diskusikan bersama dalam FGD ini, sehingga optimalisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten Kupang yang saat ini baru mencapai 11% dari total angkatan kerja yang ada, dapat berangsur-angsur kita tingkatkan

Sementara Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTT, Christian Natanel Sianturi menguraikan program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja penerima upah diantaranya : jaminan kecelakaan kerja (JKK) merupakan perlindungan dari resiko kecelakaan kerja yang dapat dialami oleh pekerja pada saat bekerja.

Manfaat yang diberikan berupa uang tunai dan atau pelayanan kesehatan pada saat peserta mengalami kecelakaan kerja, dimulai saat perjalanan dari rumah menuju tempat kerja sampai kembali ke rumahnya atau penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja.

Selain itu diberikan juga jaminan kematian, jaminan hari tua dan jaminan pensiun.

Disinggung Christian Sianturi bahwa pada acara penganugerahan Paritrana Award Tahun 2019 (12 Agustus 2020) sesuai arahan wakil presiden dan stimulus pemerintah bagi pekerja, menekankan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dan arahan agar pemerintah daerah mendorong seluruh pekerja Non ASN untuk didaftarkan di BPJS Ketenagakerjaan.

Diutarakannya,tenaga kerja yang dilindungi BPJS Ketenagakerjaan ialah pekerja penerima upah/ pekerja formal, pekerja informal dan pekerja jasa konstruksi.

Berikut pegawai non ASN yang meninggal dunia pada tahun 2021 yang akan menerima jaminan kematian diantaranya :
1. Harun Kefi, unit kerja Dinas Koperasi Kab.Kupang
2.Tony Takameha, unit kerja TK RSUD Naibonat
3.Bluzio De Araujo, unit kerja Dinas Pol.PP Kab.Kupang.
Kepada mereka akan diberikan jaminan kematian yang diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kab.Kupang, Obet Laha.(hms/kenzo)