Dispenduk Keliling Tuntaskan Problem Adminduk  Di Kabupaten Kupang

oleh

Oelamasi,obor-nusantara.com-Pemerintah kabupaten Kupang dibawah kepemimpinan Korinus Masneno,terus berupaya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat kabupaten Kupang.

Tidak mudah memang, jika ditinjau dari topografi dan luasan wilayah kabupaten Kupang yang terdiri dari 24 kecamatan dan 160 Desa dan 17 Kelurahan.

Problematika pelayanan administrasi kependudukan sering menjadi cuitan warga.Hingga media sosial pun sering dijadikan wahana protes masyarakat kabupaten Kupang.

Mencermati kritikan tersebut,Bupati Korinus Masneno mengambil langkah bijak dengan memerintahkan Dinas Kependudukan untuk menerapkan pola pelayanan jemput bola.

Dispenduk Keliling dijadikan tagline yang tepat menuntaskan pelayanan administrasi kependudukan masyarakat Kabupaten Kupang.24 kantor Camat dijadikan pusat pelayanan administrasi kependudukan secara bergilir.

“Pelayanan keliling dengan model jemput bola oleh Dinas Dukcapil dilakukan atas instruksi Bupati Kupang Korinus Masneno”Ujar Kabid pemanfaatan data dan inovasi pelayanan Herri Langkameng, S. STP.

Sebagaimana diutarakan Herri Langkameng.Pihaknya melakukan pelayanan langsung dikantor camat Amfoang Timur,Amfoang Utara dan 4 kecamatan Amfoang lainnya secara bergilir sejak Akhir september sampai pertengahan Oktober tahun 2021.

“Pelayanan Kartu keluarga, akte kelahiran,dan akte kematian langsung diterbitkan dan dibagikan kepada masyarakat”Terang Herri 4 oktober 2021

Sedangkan pelayanan Kartu Tanda penduduk elektronik (KTP E),operator hanya melakukan perekaman,kemudian dicetak dikantor dispenduk dan dikirim melalui pihak kecamatan.

Terbukti efektif,selama beberapa hari pelayanan di Amfoang saja berhasil melayani 800 lebih Kartu keluarga,1000 lebih Akte kelahiran,akta perkawinan 60 lebih ,akta Kematian 100 lebih, KIA 300 lebih dan Perekaman KTP sebanyak 1.900 lebih.

Ribuan administrasi kependudukan juga terlayani dibeberapa kecamatan diwilayah Amarasi, Pulau Semau, Nekafmese, Kupang Barat,Kupang Tengah dan beberapa kecamatan di Fatuleu dan Takari.

Sementara Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil Wilem Taopan,S.Sos yang bertugas didua kecamatan di Pulau Semau mengatakan pihaknya menurunkan 13 staf.

Selama 4 hari pelayanan di Semau berhasil melayani 156 Kartu keluarga,174 Akte kelahiran,28 akte perkawinan ,5 akte kematian dan 276 Perekaman eKTP.

Pola yang diterapkan pihak Dukcapil yakni membagi staf dalam beberapa kelompok dengan cakupan wilayah pelayanan yang berbeda.

Bahkan staf Dispenduk yang ditugaskan pun langsung menginap dikantor camat demi menyelesaikan pelayanan administrasi kependudukan kepada warga.

Upaya pemkab tersebut menuai apresiasi warga dan meminta pola pelayanan serupa dilakukan setiap 3 bulan atau 6 bulan sekali disetiap kecamatan.(advertorial/kenzo)