Fisik 95 Persen, Bendung Tasifa Siap Digunakan Petani Kabupaten Kupang

oleh

Kupang, obor-nusantara.com-Setelah hampir rampung selesai dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara Dua (BWS-NT2) , Bendung Tasifa yang rusak diterjang banjir bandang pada bencana seroja Bulan April 2021 l toalu, Bendung Tasifa di Desa Oefafi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah siap untuk digunakan oleh para petani disekitar bendung tersebut.

‘kami saat ini sudah pada tahapan item pekerjaan akhir dengan kondisi fisik pekerjaan telah mencapai 95 persen dan kita pastikan semua bisa beroperasi pada musim tanam tahun ini.” Ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa 1, Satker Pelaksanaan Jaringan Pelaksanaan Air (PJPA) NTT, Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara dua Nursyam Riyadi saat di teemui di Kupang pada Senin, 22 Nopember 2021.
Menurutnya, pekerjaan yang tengah dalam proses penyelesaian masing-masing dinding kanan yang kini dalam persiapan pengecora, mercu bendung dan saluran pembuangan limbah atau sedimen.
“Pekerjaan yang sudah hampir rampung yakni dinding kanan dalam persiapan pengecoran dan mercu bendung dalam proses penyelesaian.”ungkapnya.
Untuk di ketahui Bendung Tasifa merupakan salah satu dari jaringan irigasi Tilong yang baru dibangun pada tahun Anggaran 2021 ini.


“Bendung Tasifa ini bagian dari jaringan irigasi Tiong dan baru dibangun pada tahun ini.”jelasnya
Bendung yang dibangun dengan dana sekitar Rp. 26 Milyar untuk rehabilitasi Bendung Tasifa yang rusak berat akibbat diterjang banjdir badang pada saat terjadinya bencana seroja pada bulan april lalu.
Menurutnya, Untuk menangani bendung Tasifa, awalnya dialokasikan dana sekitar Rp 26 milyar lebih untuk penangan rehabilitasi bendung, namun karena rusak dan harus dibangun baru masih dalam proses perubahan desain.
“Kita belum bisa pastikan apakah dananya bertambah atau tidak karena masih perubahan desain yang pasti tidak lagi rehab tetapi kita bangun baru khusus untuk Bendung.”katanya.


Sebelumnya diberitakan, Terkait penambahan dana untuk bangunan baru bendung menurut Nursyam, belum dapat dipastikan karena masih dalam proses. “Dana belum kita pastikan apakah ada tambahan atau tidak yang pasti kontraktor kerja dengan dana yang sudah terkontrak dulu.”jelasnya.
Ditambahkan, jika ada tambahan dana dari alokasi semulapun hanya berkisar 10 persen dari nilai kontrak yang ada.
“Kalaupun ada tambahan dana hanya berkisar 10 persen Saja dari nilai kontrak tetapi itu belum pasti”.ungkap Nursyam.
Dari hasil pantauan di lapangan, Saat ini kontraktor pelaksana PT. Bangun Konstruksi Persada tengah mengerjakan sejumlah item pekerjaan awal seperti, penyiapan lokasi bendung, pengurukan sedimen dan pembangunan basckam proyek.
Sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang ada, pekerjaan rehabilitasi Bendung Tasifa berlangsung selama 300 hari Kalender dengan tanggal kontrak 18 Februari 2021.(wr/pon).