Tidak Mampu Selesaikan Proyek Jalan Fatumnasi, PT SKM Di PHK PPK

oleh

Kupang, obor-nusantara.com-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Melalui Pejabat Membuat Komitmen (PPK) Peningkatan Infrastruktur Tata Ruang dan Kawasan, Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman (PUPR) Provinsi NTT  melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap Kontraktor Pelaksana Paket Peningkatan jalan Kapan-Nenas di Kabupaten TTS karena sampai dengan batas waktu perpanjangan kontrak kerja yang bersangkutan tidak mampu menyelesaikan Pekerjaan tersebut.

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) itu dilakukan setelah PT, Sari Karya Mandiri (SKM) sebagai Kontraktor pelaksana diberikan waktu perpanjangan masa pekerjaan selama empat kali dengan (ADD.4/PUPR.BM.05.01/602/178/VI/2021 namun kontraktor tidak mampu untuk menyelesaikan pekerjaan fisik di lapangan sehingga harus perlu diberikan Tindakan Pemutusan Kontrak terhadap PT. Sari Karya Mandiri.

“paket peningkatan kapasita ruas jalan Kapan-Nenas itu sudah kita PHK kontraktornya karena tidak mampu menyelesaikan proyek setelah diberikan masa perpanjangan waktu selama bekali-kali tetapi tidak mampu selesaikan pekerjaan. Surat Pemutusan Kontrak itu kita berikan sejak bulan Nopember tahun 2021 silam  dan baru bisa dilanjutkan  pada tahun anggaran 2023 dengan menggunakan dana Dau tahun 2023.”kata Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PUPR NTT Ady Mboik saat di konfirmasi pada selasa, (06/06/2022).

Dikatakan, dalam surat Pemutusan Kontrak tersebut penyedia jasa juga diwajibkan untuk membayar Denda keterlambatan pelaksanaan Pekerjaan hingga tanggal pemutusan Kontrak.

“selain bayar denda penyedia jasa Juga dikenakan sanksi Daftar Hitam, Jaminan Pelaksanaan dicairkan oleh pemerintah dan sisa uang muka harus dilunasi oleh Penyedia atau jaminan uang muka dicairkan.”jelas Ady.

Sebelumnya diberitakan, Pekerjaan Pembangunan Jalan menuju objek wisata alam Gunung Mutis Di Desa Fatumnasi, Kecamatan Molo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh Pemerintah Provinsi NTT melalui Dana Pinjaman SMI Tahun Anggaran 2020 lalu hingga kini belum selesai dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana. Bahkan Proyek tersebut kini mubasir dan sudah mulai rusak akibat tergerus air hujan.

Proyek peningkatan Jalan akses Lokasi Wisata Gunung mutis di Desa Fatumnasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) oleh Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman (PUPR) NTT hingga kini belum selesai dikerjakan.

Proyek yang bersumber dari Dana Pinjaman SMI Tahun Anggaran 2020 ini dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana dengan target sekitar 10 kilo meter lebih dengan kondisi sesuai rencana hotmix AC. Namun dalam perjalanannya, kontraktor pelaksana hanya mampu mengaspal jalan tersebut tidak sampai habis, bahkan pekerjaan lapisan agregat A yang telah terpasang dan siap untuk diaspal kini sudah hancur berantakan.

Selain itu, pekerjaan saluran drainase yang melewati perkampungan warga di Desa Fatumnasi belum dikerjakan dan kini dibiarkan tanpa ada penanganan lanjutan.

Hal tersebut membuat warga setempat kesal dan menyayangkan sikap Kontraktor yang tidak bertanggung jawab terhadap proyek tersebut bahkan seakan-akan dibiarkan mubasir dan membuat warga sulit untuk masuk keluar rumah akibat saluran drainase yang sudah digali tidak dikerjakan dan ditutup.

Selain itu, warga pengguna jalan akses ke Gunung Mutis itu, harus lebih berhati-hati karena masih terdapat sejumlah deker atau jembatan kecil yang belum selesai di kerjakan dan kini dibiarkan menganga.(wr/red).