Pemkab Kupang Gencar Berinovasi Kembangkan Lamtoro Taramba

oleh

Oelamasi,obor-nusantara.com_ Revolusi Peternakan di kabupaten Kupang bukan sekedar wacana yang didengungkan pasangan Bupati Korinus Masneno dan Wakil Bupati  Jerry Manafe.

Impian keduanya untuk mengembalikan kejayaan masa lalu sebagai gudang ternak,sudah mulai dirintis dengan menerapkan inovasi pengembangan pakan ternak yang unggul di beberapa wilayah didaerah ini.

Potensi Pengembangan pakan ternak Lamtoro taramba menjadi salah satu strategi jitu revolusi 5 P khususnya dalam bidang peternakan.Dimana Saat ini,pengembangan taramba sudah gencar dikalangan masyarakat Kabupaten Kupang sebagai pakan ternak khususnya ternak sapi.

Ada sejumlah wilayah yang sudah dicanangkan penanaman lamtoro taramba oleh Bupati Kupang Korinus Masneno,Diantaranya di Desa kuanheum kecamatan Kupang barat,Desa Raknamo kecamatan Amabi Oefeto dan Desa Camplong dua Kecamatan Fatuleu.

Bahkan di Camplong II Kecamatan Fatuleu,Lamtoro Taramba sudah dibudidaya sejak tahun 2015 berkat binaaan BPTP NTT.Hingga saat ini, kelompok tani ditempat itu bukan hanya memanfaatkan daun taramba sebagai pemenuhan pakan ternak,biji Taramba juga dijual sebagai benih kepada masyarakat luas.

Upaya tersebut demi meningkatkan produksi ternak dan mengembalikan kejayaan daerah ini sebagai gudang ternak.Pengembangan pakan ternak menjadi solusi tepat sesuai potensi wilayah dengan ketersediaan lahan yang semakin sempit serta area penggembalaan yang terbatas.

Pengembangan lamtoro taramba juga merupakan jawaban atas persoalan kesulitan pakan khususnya pada musim kemarau.

Mengingat Pakan ternak jenis ini sudah dikaji oleh peneliti BPTP Balitbangtan NTT sebagai varietas unggul pakan ternak yang berprotein tinggi dan cocok dengan kondisi tanah di daerah ini.

Dikutip dari laman balitbang Ntt, Dr.Ir.Sophia Ratnawaty,M.Si menjelaskan keunggulan lamtoro taramba, antara lain: mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi antara (23.7% – 34%), mudah didapat sepanjang tahun serta mengandung tannin sehingga dapat mencegah kembung pada ruminansia.

Taramba juga mempunyai palatabilitas tinggi, tahan terhadap hama kutu loncat serta tahan pada musim kering yang sangat cocok dikembangkan di wilayah kabupaten Kupang dan pulau Timor secara keseluruhan.

Dari sisi cara budidaya,lamtoro taramba juga terbilang sangat mudah sehingga memungkinkan petani bisa mengembangkan dilahan pertanian mereka sebagai pakan ternak unggulan.

Ada 3 tahapan yang perlu diperhatikan dalam budidaya diantaranya pembibitan, penanaman, dan panen. Pembibitan lamtoro taramba dapat dipersiapkan dengan anakan yang dikoker (pot seeded) sekitar 2 bulan lamanya.

Ketika tinggi tanaman mencapai 75-100 cm, maka anakan taramba dapat dipindahkan dilahan untuk dilakukan penanaman.Ada beberapa Pola tanam diantaranya berupa monokultur khusus untuk kebun pakan,penanaman lorong, atau tanaman konservasi tanah dan air pada lahan berlereng maupun dalam larikan-larikan lebar dengan baris ganda untuk digembalakan ternak secara langsung.

Lamtoro Taramba siap dipanen apabila memasuki musim hujan ke dua pasca penanaman. Jika dibudidaya untuk tujuan penggembalaan, lamtoro taramba perlu dipangkas setinggi 50 cm atau 1 meter setiap 4 tahun sekali agar memudahkan jangkauan ternak gembala.

Dari sisi Pemberian pakan,lamtoro taramba dapat diberikan sebagai pakan tunggal 100%, atau dengan kombinasi 60% rumput + 40% lamtoro, atau 60% rumput + 40% lamtoro + sedikit pakan sumber energi seperti jagung, dedak padi atau umbi-umbian sebanyak 0,2% – 0,3% BK dari berat badan ternak.

Beberapa kelompok tani di Desa Camplong II Kecamatan Fatuleu benar-benar sudah merasakan Manfaat dari pakan ternak jenis ini.Bukan hanya daun yang dimanfaatkan untuk pakan ternak,biji lamtoro taramba juga dijual dengan harga Rp.50.000 perkilo.

Sebagaimana yang diutarakan Ketua Kelompok Tani Sanaktuan Daniel Fatutuan bahwa mereka berhasil menjual 3800 kg biji dari hasil budidaya pakan ternak lamtoro taramba dari lahan seluas 356 Hektar.

“Bukan hanya kelompok tani kami,Kelompok tani lainnya didaerah sekitar juga sudah mulai mengembangkan tanaman lamtoro taramba sejak tahun 2015 dan intens dikembangkan hingga kini”ungkap Daniel saat kegiatan penanaman HMT Lamtoro Teramba di Desa  Camplong II Kecamatan Fatuleu oleh Bupati Kupang Korinus Masneno,1 Februari 2020).

Daniel juga mengakui bersama beberapa kelompok tani lainnya seperti KT. Sapu Tani, Tunas Muda, Sanaktuan,Setetes Madu sudah memelihara sapi dan telah mengikuti kegiatan inseminasi buatan dengan jumlah sapi mencapai 344 ekor lebih.

Melihat komitmen kelompok tani, Bupati Kupang Korinus Masneno sangat mengapresiasi kerja keras dan semangat masyarakat desa Camplong II.

“Saya bangga kepada Desa Camplong II yang sudah menanam lamtoro teramba dan hari ini mereka kembali menanam lamtoro teramba dilahan 60 hektar.Tugas kita Pemerintah adalah hadir bersama masyarakat, memberi motivasi dan menjadi contoh, tentu kuncinya ada pada semangat masyarakat untuk maju dan berhasil,” ujar Bupati Masneno.

Masneno juga menjelaskan bahwa Lamtoro teramba merupakan potensi yang sangat baik untuk dikerjakan, karena sekali tanam dapat dipanen berulang kali sebagai pakan ternak yang berprotein tinggi.

Bupati mengajak masyarakat Kabupaten Kupang untuk terus bekerja dan berusaha membangun diri menjadi lebih baik.Karena Untuk maju, kita perlu berkerja cepat, kerja cerdas dan membangun secara revolusioner dalam 5 Bidang yakni bidang Pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan kelautan dan Pariwisata.(advertorial/kenzo)