Pekerjaan Terkesan Lambat, Anos Yermias Berharap Proyek Jalan Tutukey-Laitutun Selesai Tepat Waktu

oleh

Letty, obor-nusantara.com-Proyek Pekerjaan Pembangunan jalan di Pulau Letty, Ruas Tutukey-Laitutun oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Maluku hingga Akhir bulan September 2022 masih pada tahapan pekerjaan timbunan Urukan pilihan (Urpil) dan Lapisan Agregat A dan B.
Sementara waktu pelaksanaan hanya tinggal 3 bulan dari waktu pelaksanaan sesuai Kontrak Kerja yang ada 362 hari Kalender.


Melihat kondisi pekerjaan fisik yang masih terkesan Lambat tersebut Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Maluku Anos Yermias Berharap Pekerjaan proyek pembangunan Presevasi Jalan Pulau Lety itu selesai sesuai dengan waktu Kontrak yang ada.
“Memang harus diakui bahwa pekerjaan jalan di Pulau Lety itu material dan peralatan didatangkan dari luar Pulau Lety (Jawa dan Jakarta) tetapi selama ini semua kegiatan di Pulau Lety khusus APBN tidak ada yang mubasir, sehingga saya Berharap Proyek itu selesai sesuai dengan waktu yang ada di Kontrak”. Kata Anos Yermias saat dihubungi media ini pada Selasa, (03/10/2022).


Dikatakan, untuk pekerjaan proyek APBN di Pulau Lety selalu berjalan aman meski terdapat sejumlah persoalan terutama cuaca beberapa waktu lalu.
“Saat pekerjaan baru dimulai ada cuaca buruk dan terkendala tetapi bisa Adendum waktu pelaksanaan, namun itu bukan alasan untuk pekerjaan tidak selesai atau terlambat”.ujar Anos.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Propinsi Maluku melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.4 Provinsi Maluku Martin yang dihubungi melalui saluran telepon selulernya (WA) untuk mengkonfirmasi soal pekerjaan proyek jalan di Pulau Lety hingga berita ini diturunkan belum menjawab WA dari Media ini.
Untuk diketahui, proyek pembangunan jalan di Pulau Lety oleh BPJN Maluku menggunakan Dana APBN Tahun 2022 dengan Nilai Kontrak Rp.41.640.200.000 dan masa pelaksanaan 362 hari Kalender.
Sebagai salah satu Pulau Terluar dan berada di Perbatasan Antara Negara Australia dan Negara Baru Timor Leste yang beribu Kota Maluku Barat Daya Di Kota Tiakur baru-baru ini di Kunjungi oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto masih membutuhkan perhatian Pemerintah Baik Pusat, Provinsi dan Kabupaten terhadap seluruh Infrastruktur yang ada di Daerah ini.
Infrastruktur jalan di Pulau Lety dengan total panjang (Lingkar Pulau Lety) sekuat 30 kilo meter kondisinya masih timbunan sertu dan jalan Lapen. Dari total panjang jalan yang ada yang baru ditangani dengan jalan aspal Hotmix baru sekitar 7 kilo meter lebih.(wr/red).