Jalan Sabuk Merah Timur Hampir Rampung, Warga: Terima Kasih BPJN NTT

oleh

Atambua, obor-nusantara.com-Pekerjaan Pembangunan Jalan Sabuk Merah wilayah timur yang menghubungkan Kabupaten Malaka dan Kabupaten Belu di Batas Negara Timor Leste dan Indonesia perlahan akan selesai dibangun. Dari total Panjang 179,9 kilo meter kini telah terbangun semuanya untuk menembus Perbatasan Motamasin di Kabupaten  Malaka, Nusa Tenggara Timur.

“kami di perbatasan ini sejak Negara ini merdeka dan sudah 77 tahun ini kami tidak pernah menikmati pembangunan apa lagi sarana jalan seperti ini, ini adalah mimpi yang tidak pernah terbayang jika nanti ada jalan aspal bagus di daerah kami.”ungkap Markus Berek, Warga Laktutus Kabupaten Belu saat ditemui di Kawasan Gereja Laktutus pada Rabu, 09/11/2022

Menurutnya, sebagai warga yang berdomisili di wilayah perbatasan, sebelum Timor-Timur dinyatakan lepas dari pangkuan Ibu Pertiwi dan menjadi Negara Baru, warga sekitar tidak bisa bepergian ke Kota Atambua terutama disaat musim hujan tiba.

“dulu masih batas dengan Timor-Timur kita tidak bisa ke mana-mana semua terisolasi tetapi setelah Timor-Timur Menjadi Negara Baru Timor Leste kita sudah bisa nikmati pembanguan infrasturktur yang sangat luar biasa, bagi kami pokonya ini mimpi yang jadi kenyataan”ungkapnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 2.4) Ruas Sabuk merah sector Timur, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Dua NTT Zulkifli Arif menjelaskan, kegiatan pembangunan Jalan sabuk Merah sector timur antara Belu hingga Malaka masih terus ditangani.

“untuk tahun anggaran 2022 ini kita mendapat alokasi dana sekitar Rp 100 milyar lebih untuk menangani 3 gemen yang tersebar di ruas sabuk merah dengan sebaran masing-masing untuk segmen satu dari Henes hingga debululik dengan Panjang 16,34, segmen dua dari Heudemu hingga Halimodok dengan panjang evektif 2,625 kilo meter dan segmen tiga dari Laktutus hingga gereja Laktutus dengan Panjang evektif 3,600 kilo meter.”papar Zulkifli saat ditemui di Desa Laktutus pada Rabu, (09/11/2022).

Dijelaskan, sesuai dengan kontrak yang ada pekerjaan pembangunan proyek abuk merah akan berakhir pada bulan Desember mendatang dengan kondisi pekerjaan lapangan saat ini seluruhnya sudah selesai dikerjakan.

“saat ini fisik lapangan telah mencapai 92 persen dan tinggal penyelesaian di segmen dua yang masih tertinggal 2 kilo meter dan kita pastikan selesai sesuai dengan jadwal yang ada di kontrak.”katanya.

Dijelaskan, pembangunan jalan sabuk merah sector timur telah selesai dikerjakan atau sudah mencapai 100 persen dengan kondisi aspal.

“kalau jalan semuanya sudah selesai dikerjakan namun terjadi longsor sehingga terjadi kerusakan dan tinggal ditangani pada tahun 2023 hingga 2044 mendatang.”jelasnya.(wr/red)