BPJN NTT Mulai Bangun Jalan Sabuk Merah Barat Haumeniana-Oenaek

oleh

TTU, obor-nsauntara.com-Pemerintah Pusat melalui Kementeri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Tahun Anggaran 2022 ini Mulai membangun  Jalan Sabuk merah wilayah Barat  ruas Oenaek-Saenam-Nunto (haumeniana) yang akan menghubungkan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dengan Kabupaten Kupang di wilayah Oepoli, Amfoang Timur.

Sebelumnya, pada Tahun anggaran 2020 lalu, Jalan Sabuk merah wilayah barat Ruas Napan-Inbate-Nunpo (Haumeniana) dtelah dibangun dan kini proses pekerjaan tengah dalam tahap penyelesaian,

Pembangunan jalan sabuk merah wilayah barat yang menghubungkan puluhan Desa dan Kecamatan di Kabupaten Timor tengah Utara dengan Kabupaten Kupang di Perbatasan RI Timor Leste Distrik Ambeno merupakan upaya Pemerintah dalam membuka akses jalan di wilayah Perbatasan Negara Indonesia dengan Negara Tetangga Timo Leste.

Selain itu juga untuk memberikan sarana transportasi yang baik dan layak bagi masyarakat yang bermukim di wilayah Batas Negara untuk bisa menikmati jalan aspal yang baik dan bagus.

“untuk segmen du aini Panjang evektif yang akan dibangun sekitar 34 kilo meter lebih dengan total dana Rp 245,7 milyar lebih dengan masa pelaksanaan 570 hari kalender”. Jelas Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan jalan Nasional Wilayah dua melalui pelaksana Teknik Proyek Pembangunan jalan Oenaek-Saenam-Nunto (haumeniana, fery Ora Pau yang ditemui di Desa Haumeniana Pada Sabtu, (13/11/2022).

Menurutnya, jalan tersebut dibangun selama dua tahun dan ditargetkan tahun 2024 mendatang ruas jalan sabuk merah wilayah barat sudah terkoneksi mulai napan hingga Oepoli di Kabupaten Kupang.

 “sesuai kontrak proyek ini akan selesai  tahun 2024 dengan target koneksitas hingga ke Oepoli selesai dengan kondisi jalan aspal hot mix.”katanya.

Dikatakan, sejak kontrak ditanda tangani oleh Kontraktor pelaksana langsung dimulai dengan pekerjaan persiapan lapangan seperti pembersihan lahan dan mobilisasi peralatan dan kebutuhan lainnya.

“saat ini sudah mulai dilakukan persiapan lapangan, dengan pengukuran mulai dari titik nol termasuk sosialisasi kepada warga sekitar terkait pekerjaan yang kemungkinan alan melewati lahan masyarakat.”.papar Fery.

Dijelaskan, khusus untuk kegiatan pembangunan tahap satu yang dimulai dari Napan (TTU) seluruh pekerjaan utama telah hampir rampung termasuk pekerjaan deker yang ada di lokasi jalan.

“pekerjaan utama seperti aspal kita sudah melai dengan Panjang total yang sudah teraspal sudah 15 kilo meter dari total 20 kilo meter lebih”jelasnya.(wr/red